RAKYAT.NET, Jakarta – Jelang puasa dan lebaran, gejolak harga berbagai kebutuhan pokok dipastikan akan mengalami fluktuasi. Sebagai tindakan preventif, pemerintah harus terus memantau stok barang kebutuhan pokok masyarakat. Peningkatan permintaan jelang puasa dan lebaran menjadi faktor utama terjadinya kenaikan harga.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyatakan, pemerintah tengah mengkaji rencana impor daging sapi dari Brasil. Rencana impor daging sapi tersebut, merupakan salah satu alternatif untuk menstabilkan harga daging sapi jelang puasa dan Lebaran 2018. Sebab di bulan tersebut permintaan daging sapi meningkat drastis.

“Tapi Brasil itu masih harus dicek betul ke sana. Jadi tim Kementerian Pertanian akan segera berangkat ke sana untuk mengecek zona mana yang bebas penyakit kuku dan mulut. Dan pemotongannya sudah memenuhi standar halal,” ujar Darmin di Kantornya, Rabu (21/3) malam.

Darmin melanjutkan, melalui impor daging tersebut pemerintah ingin harga daging dapat lebih murah pada kisaran Rp 80.000 sampai Rp 85.000 per kilogram. Nantinya, skema impor akan dilakukan dengan mengundang sejumlah perusahaan swasta dan BUMN melakukan lelang.

“Menteri Perdagangan akan mengundang perusahaan swasta dan BUMN untuk lelang. Artinya lelangnya itu siapa yang dapat izin dan siapa yang berani menawarkan harga yang paling murah. Harus bisa dijual sebagian paling tidak di harga rendah berkisar Rp 80.000 sampai Rp 85.000. Sekarang kan harga masih di atas Rp 100.000,” katanya.

Darmin menambahkan, saat ini pemerintah belum menentukan berapa kuota impor untuk daging sapi. Hal tersebut masih akan dikoordinasikan kembali dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

“Kalau jumlahnya kita belum fix kan, dipanggil dulu sama Menteri Perdagangan. Itu kan selama ini di Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian. Di tempat saya hanya mendorong ketersediaan dan harganya,” tambahnya.

Sumber: merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here