RAKYAT.NET, Tokyo – Di Jepang, terkhusus Tokyo, para lansia di panti jompo, ditemani oleh robot. Menariknya, kegiatan sehari-hari mereka juga dibantu oleh para robot tersebut. Para lansia senang dan mau berbicara serta bergerak mengikuti instruksi si robot, seperti mengangkat tangan atau membuat gerakan-gerakan lainnya.

Para lansia berbaur dengan robot anjing peliharaan Sony Corp AIBO dan robot robot Intelligent System Co. “Saya dapat berbicara dengan mereka tanpa terlalu berhati-hati tentang apa yang saya katakan. Jika ini adalah manusia, saya harus mempertimbangkan orang seperti apa mereka,” kata Kazuko Yamada (84) salah satu penghuni panti jompo Shintomi selama lebih dari 10 tahun.

Sebanyak 40 lansia tinggal di Shintomi dan ditemani 20 robot. Robot-robot tersebut diberikan ke fasilitas sejak 2013 setelah menerima dana dari pemerintah di bawah program yang bertujuan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja.

Perlu diketahui, Jepang menghadapi masalah ketenagakerjaan cukup serius, sebab orang yang berusia 65 tahun atau lebih menyumbang 27,2 persen dari total penduduk.

Bagi orang lanjut usia di Jepang, robot-robot tersebut dianggap layaknya anggota keluarga dengan kenangan yang tak tergantikan.

Produktivitas lansia kian menurun seiring bertambahnya usia. Acapkali mereka dibiarkan sendiri dan dikucilkan dari masyarakat. Hasil studi National Academy of Sciences mengatakan bahwa rasa kesepian memicu kematian lebih cepat.

Untuk itu, sejumlah peneliti di seluruh dunia mengembangkan sebuah robot yang dapat menemani lansia. Misalnya saja robot yang dikembangkan Honda.

Seperti dikutip dari Engadget, Jumat (1/9/2017), Honda menciptakan robot bernama Asimo yang dapat melakukan sejumlah aktivitas mulai dari naik tangga, melompat, hingga berbicara dengan menggunakan bahasa isyarat.

Menurut Senior Chief Engineer Honda, Satoshi Shigemi, timnya berharap Asimo bisa membantu mereka yang memiliki keterbatasan dalam bergerak. Asimo bisa melakukan tugas sederhana seperti membawa segelas air dan mematikan saklar lampu.

“Robot Asimo didesain untuk mewujudkan harapan terbesar kami, yaitu membantu orang-orang yang membutuhkan,” ujar Shigemi.

Robot lainnya adalah The Dinsow yang diproduksi CT Asia Robotics. The Dinsow bisa mengingatkan pengguna untuk meminum obat, melacak data kesehatan, dan dapat mengangkat telepon dari keluarga dan dokter secara otomatis.

Dengan kata lain, The Dinsow dapat menjadi teman sekaligus asisten pribadi bagi lansia. Bahkan mereka merilis versi kecil The Dinsow, yakni Dinsow Mini. Sayangnya, harga Dinsow Mini relatif mahal sebesar US$ 2500 atau Rp 33 juta.

Namun menurut ahli gerontologi, Susan Madlung, lansia yang dikucilkan masyarakat adalah masalah serius. Kehadiran robot bisa saja membantu dan menghibur lansia. “Tapi robot tetaplah sebuah mesin yang tidak memiliki perasaan. Manusia tetap membutuhkan manusia,” ujar Madlung.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here