RAKYAT.NET, Jakarta – Jangan bercanda lagi tentang bom di pesawat. Dari candaan bisa mengakibatkan kepanikan penumpang pesawat dan berhambur keluar melalui pintu darurat. Padahal kepanikan terjadi hanya karena salah seorang penumpang mengaku membawa bom.

Kejadian tersebut terjadi pada Senin (28/5) lalu pada pesawat Lion Air JT 678 rute Pontianak- Jakarta di Bandara Supadio, Pontianak. Peristiwa ini menambah panjang daftar penumpang yang bercanda membawa bom di Indonesia.

Bayangkan, dalam kurun waktu satu bulan terakhir atau Mei 2018, ada 10 insiden penumpang pesawat mengaku membawa bom. Alasan mereka sama. Hanya bercanda.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Taufik Kurniawan, menilai gurauan penyebaran informasi palsu soal bom di pesawat terbang harus diakhiri. Sebab, hal tersebut dapat membahayakan keselamatan penumpang dan keamanan serta melanggar UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

“Penumpang itu kan kadang hanya bercanda, guyonan. Namun untuk sebuah penerbangan, candaan soal bom itu tidak bisa ditoleransi,” kata Taufik.

Maka dari itu, dia menilai pelakunya harus ditindak tegas. Salah satunya melalui tuntutan hukum agar ada efek jera di masyarakat, dan tidak ada pelaku-pelaku lain yang bercanda membawa bom di pesawat kembali.

Pemerintah pun geram dengan candaan yang tidak lucu tersebut. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memberi tindakan tegas berupa tuntutan hukum terhadap pelaku yang memberikan informasi palsu tentang bom. Menurutnya, informasi tentang adanya bom bukan bahan candaan melainkan bentuk ancaman keamanan dan keselamatan.

Sumber: merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here