JAKARTA, KOMPAS.com – Istri Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Tri Suswati mengutuk aksi persekusi yang belakangan marak terjadi.

Apalagi, korban persekusi juga banyak yang merupakan perempuan dan anak-anak.

Hal ini disampaikan Tri saat ditemui di acara kampanye perlindungan perempuan dan anak di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (9/6/2017).

“Kita mengutuk segala bentuk kesewenangan, ataupun main hakim sendiri yang merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Tri.

Ketua Umum Bhayangkari ini menghimbau agar masyarakat yang merasa tersinggung dengan tindakan masyarakat lain untuk membuat laporan ke kepolisian. Bukan justru main hakim sendiri dengan melakukan intimidasi.

“Kita mempunyai proses-proses yang berlaku. Kalau kita tidak menyukainya tentunya kita harus melaporkan kepada pihak yang berwajib,” ucapnya.

Tri menambahkan, persekusi hanya salah satu contoh dari kekerasan terhadap anak dan perempuan yang dilarang dalam Undang-undang nomor 17 tahun 2016.

Tri mengatakan, dalam undang-undang tersebut bentuk kekerasan sangat luas, tidak hanya pada fisik tapi juga bisa berbentuk kekerasan verbal.

“Perempuan itu sendiri kadang-kadang tidak menyadari telah terjadi kekerasan terhadap mereka. Sehingga kita harus mengedukasi para perempuan, mensosialisasikan kepada perempuan, dan keluarganya undang-undang ini,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here