RAKYAT.NET, Jakarta – Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto berpendapat bahwa pengguna kendaraan roda dua di Jakarta terus mengalami peningkatan dan akan memperparah masalah kemacetan.

Pertumbuhan jumlah motor roda dua dalam kurun waktu lima tahun mencapai 9,7 hingga 11 persen. Sedangkan pertumbuhan jumlah mobil mencapai 7,9 hingga 8,75 persen.

Pertumbuhan pengguna motor tersebut tak bisa diimbangi oleh pembangunan infrastrukrur yang memadahi alhasil peningkatan volume kendaraan pada sejumlah kawasan tak terhindarkan.

Oleh sebab itu Pemprov DKI bekerja sama dengan stakes holder lainya akan memberlakukan pembatasan lalu lintas untuk sepeda motor pada kawasan dan wilayah tertentu.

Dishub memberi masukan kepada BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) mengenai pembatasan penggunaan sepeda motor di ruas jalan Sudirman dan ruas jalan Rasuna Said mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WIB.

Sementara itu, Forum Lalu Lintas mengusulkan pembatasan sepeda motor dilakukan di kawasan ganjil-genap Sudirman, Thamrin hingga Gatot Subroto.

Dan untuk pembatasan lalu lintas sepeda motor pada lokasi segmen Bundaran HI sampai Bundaran Patung Kuda Monas sendiri telah berjalan sekitar 2 tahun sesuai Perda no. 195 tahun 2015.

Menampung aspirasi dari berbagai stake holder transportasi ini pelaksanaan pembatasan lalu lintas sepeda motor harus melewati berbagai tahapan pengkajian dan akan melakukan uji coba terlebih dahulu. Diprediksi, program ini akan dilaksanakan sekitar bulan November 2017.

Untuk memperlancar program tersebut, Pemprov bekerjasama dengan PT Trans Jakarta akan mempersiapkan shuttle bus dan layanan pengumpan/feeder serta bekerja sama dengan pengelola gedung untuk fasilitas parkir.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here