JAKARTA, KOMPAS.com Bintan, di Kepulauan Riau, merupakan salah satu pulau Indonesia yang sangat terkenal dengan sport tourism kelas internasional.

Tengok saja Tour de Bintan, Triathlon Ironman 70.3, Spartan, dan masih banyak lagi acara sport tourism Internasionalnya.

Belum lama, di tahun 2016, Ironman 70.3 Bintan nerada di posisi tiga dunia, di bawah acara serupa yang diadakan di Jerman dan Perancis. Ironman di Bintan tersebut menjadi yang paling pesat pertumbuhannya, dengan 60 persen pertumbuhan sejak diadakan pertama tahun 2015.

Tingkat kepuasan atletnya pun mencapai angka 95 persen. Tak heran, di pulau ini ragam permainan olahraga seolah mudah untuk dikembangkan.

Hal tersebut juga diakui oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana. Ia menyatakan, Bintan memang lebih mudah menyelenggarakan acarasport tourism menarik.

Bintan memiliki kelebihan-kelebihan yang jika dimanfaatkan, sport tourism-nya akan begitu menarik. Semenjak hal itu disadari, banyak acara di Bintan yang jadi langganan wisatawan mancanegara,” ungkap Pitana, saat konferensi pers Indofood Ironman 70.3 Bintan, di SCBD Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Ia menjelaskan kelebihan yang dimaksimalkan Bintan ialah kedekatan dengan pasar potensial, yaitu Singapura, Malaysia, Filipina, dan negara-negara penyuplai turis mancanegara ke Indonesia. Lalu, lanjut Pitana, apa pun yang diadakan di Bintan hambatannya sangat kecil.

Seperti lomba sepeda Tour de Bintan. Di sana peserta bisa sangat leluasa tanpa adanya kemacetan, bahkan lampu merah.

Peserta Ironman 70.3 Bintan.

Peserta Ironman 70.3 Bintan. (www.ironmanbintan.com)

“Populasi yang sedikit, membuat kotanya lega dan tanpa hambatan. Mau buat lomba sepeda di Singapura, dikit-dikit lampu merah, sepertinya hambatan kecil, tapi di perlombaan itu jadi masalah,” tuturnya.

CEO Metasport, sebagai penyelenggara Ironman 70.3 Bintan, Nathalie Marquet pun mengungkapkan rahasia kesuksesan acaranya selama tiga tahun di Bintan. Ia mengatakan Bintan memiliki populasi yang sedikit, dengan infrastruktur yang baik dan terus berkembang.

“Aksesibilitas sudah bagus, lalu hospitality di Bintan juga bagus, tidak sulit untuk kita mencari hotel di tengah pemandangan yang indah,” ujarnya kepada wartawan.

“Penduduk Bintan tidak sampai 200.000, bahkan ketika event akan lebih banyak wisatawan yang datang, dari lokal maupun internasional dibanding masyarakatnya,” tutur Lucky, Kepala Dinas Periwisata Bintan, yang juga hadir dalam konfrensi pers tersebut.

Saat ini Dinas Pariwisata Bintan sedang menggalakkan pertumbuhan hotel-hotel. Lonjakan wisatawan asing saat sport tourism dinilai tak sebanding dengan jumlah penginapan yang ada saat ini.

Bintan saat ini baru memiliki 2.000-an kamar. Ke depan, Lucky menargetkan pertumbuhan hingga 5.000 kamar.

 

PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia

EditorI Made Asdhiana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here