SEMARANG
, KOMPAS.com
– Lima orang mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Dian Nuswantoro Semarang berhasil menciptakan satu alat khusus untuk mendeteksi tingkat polusi udara.

Alat kreasi lima mahasiswa Udinus itu dinamakan Filter Udara Teruji (Fuji). Lima mahasiswa ini yaitu Rizki Nur sebagai ketua, dengan empat anggota, yaitu Angga Indrias, Hawari, Adib Nur, dan Zakiy Anwar.

Hasil kreasinya itu diusulkan dalam Program Kreavititas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKMT).

Rizky mengatakan, alat Fuji buatannya dapat mendeteksi berapa bahayanya polusi udara di suatu kawasan. Bahaya polusi udara darisampah, misalnya, bisa dideteksi dari alat tersebut.

Temuan alat itu bermula dari keprihatian atas masalah pengelolaan sampah. Dia menilai, mereka yang bergelut dalam kegiatan daur ulang sampah berisiko mengisap gas polutan yang berbahaya bagi kesehatan.

Rizky dan teman-temannya juga mendorong agar mereka yang bergelut dalam bidang sampah agar memperhatikan kesehatan dengan mencegah zat kimia dari sampah terhirup.

“Alat kami bisa memberitahu agar lebih memperhatikan gas berbahaya,” kata Rizky, Rabu (19/7/2017).

Fuji juga didesain dapat digunakan di skala industri kecil, di antaranya pengusaha pembuatan plakat, penyepuhan emas dan platina, elektronik, industri baja, pemurnian logam, perajin barang logam perusahaan obat, pestisida dan pengusaha serupa.

Rizky mengatakan, komponen alat Fuji yang utama berada di reaktornya yang menggunakan plasma non thermal. Fuji bekerja dengan memecah ion berbahaya pada gas beracun menjadi ion kecil yang tidak berbahaya bagi lingkungan.

Meski tengah dilombakan, alat Fuji telah digunakan di sejumlah perusahaan skala kecil. Hasil Fuji di perusahaan CV Nusantara Recycling Center (NRC) dinilai berhasil dengan baik.

“Kami berharap dapat terus digunakan serta ditularkan pada industri kecil yang lain. Kami ingin agar Fuji ini dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Sari Ayu Wulandari, dosen pembimbing tim Fuji menambahkan, alat filter yang disusun mahasiswannya dapat berfungsi sebagai alat peringatan. Dengan tambahan fungsi itu, maka kegunaan alat itu menjadi lebih berguna.

“Kalau ada sistem warning, maka jika udara di dalam ruangan tidak sesuai dengan Baku Mutu Udara Nasional, maka Fuji akan memperingatkannya,” imbuhnya.

 

Penulis: Kontributor Semarang, Nazar Nurdin

Editor: Farid Assifa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here