Pasalnya, saat ini garam industri tak bisa lagi impor, padahal kebutuhan nasional belum mampu dipenuhi oleh garamdalam negeri. Akibatnya keberadaan industri berbahan baku terancam dan tidak bisa maju.

Ketua Umum AIPGI Tony Tanduk mengatakan, dengan adanya hal ini, maka jelas-jelas industri akan terhambat.

“Dampaknya industri jelas terancam. Industri susah berkembang, tidak bisa maju, dan juga menghambat investasi,” kata Tony saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (8/7).
Dia juga menuturkan, jika ingin membatasi impor garam, seharusnya pemerintah bisa terbuka dengan data base garam untuk industrinya.

“Dimana garamnya, bagaimana volumenya, kualitasnya bagaimana, berapa banyak, harus disampaikan semuanya, sebelum membuat kebijakan dan dimaksimalkan. Kalau ini garamnya kan emang tidak jelas,” jelas Tony.

Lebih lanjut Tony mengatakan izin impor garam jangan selalu dikaitkan dengan petani garam. Pasalnya, dewasa ini garam sudah menjadi bahan baku industri dengan spesifikasi yang khusus, bukan hanya sekedar bahan untuk masakan.

Garam itu sudah menjadi bahan baku. Jangan dikaitkan dengan petani garam,” demikian Tony.[san]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here