JAKARTA, KOMPAS.com – Laporan terbaru dari perusahaan telekomunikasi Ericsson menunjukkan pertumbuhan pengguna internetmobile yang signifikan secara global. Saat ini, rata-rata ada 1 juta pengguna internet mobile baru setiap harinya.

Jika pertumbuhannya stabil, diperkirakan pada 2022 nanti ada 9 miliar pengguna internet mobile di dunia. Angka itu melebihi jumlah penduduk bumi saat ini yang hanya berkisar 7,5 miliar orang.

Indonesia sendiri berkontribusi secara signifikan dalam menunjang pertumbuhan pengguna internet mobile di dunia, sebagaimana tertera dalam Ericsson Mobility Report yang dijabarkan pada Kamis (6/7/2017) di Jakarta.

Selama kuartal pertama 2017, ada lebih dari 10 juta pengguna internet mobile baru yang berasal dari Tanah Air. Angka itu menjadikan Indonesia sebagai negara ketiga dengan pertumbuhan pengguna internet mobile terbesar.

Di atas Indonesia, India memimpin dengan lebih dari 42 juta pengguna internet mobile baru dalam periode tiga bulan pertama 2017. Kemudian di posisi kedua diisi China yang berhasil menggaet 24 juta pengguna internet mobile baru sepanjang kuartal pertama 2017.

Di bawah Indonesia secara berturut-turut ada Afrika (9 jutaan pengguna baru), Pakistan (5 jutaan pengguna baru), dan Nigeria (3 jutaan pengguna baru).

Kebutuhan data bulanan meningkat

Menurut Vice President sekaligus Head of Network Product Unit Ericsson untuk Indonesia dan Timor Leste, Ronni Nurmal, pertumbuhan pengguna internet mobile tak lepas dari mapannya ekosistem internet mobile.

“Penetrasi smartphone semakin tinggi dengan harga yang lebih bersaing, aplikasi mobile juga semakin berkembang, begitu juga jaringan internet yang semakin baik,” kata dia.

Secara keseluruhan ada 107 juta pengguna internet mobile baru sepanjang kuartal pertama 2017. Angka itu meningkat 70 persen dari kuartal pertama 2016.

Salah satu yang mendorong masifnya konsumsi internet adalah video. Menurut laporan Ericsson, saat ini 50 persen konsumsi internet mobile mengalir ke video. Persentase itu diprediksi meningkat menjadi 75 persen pada 2022 mendatang.

Konsekuensinya, kebutuhan data rata-rata pengguna internet mobile yang saat ini hanya 2,1 GB per bulan diramalkan bakal meningkat menjadi 12 GB per bulan.

Data gabungan yang dikonsumsi secara global sekarang berkisar di angka 8,8 exabytes. Angka itu digadang-gadang akan membludak menjadi 71 exabytes pada 2022 nanti.

“Operator telekomunikasi harus mempersiapkan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan internet mobile. Pemerintah juga harus mengeluarkan regulasi yang tepat dan memudahkan,” Ronni menuturkan.

 

Penulis: Fatimah Kartini Bohang

Editor: Reska K. Nistanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here