RAKYAT.NET, Jakarta – Teknologi memanfaatkan sel induk untuk menciptakan kembali jaringan gigi.

Anak-anak yang mulai belajar berjalan, kemungkinan akan terjatuh karena belum baiknya keseimbangan. Selain cedera pada bagian tubuh bisa juga anak mengalami cedera pada mulut khususnya gigi. Sehingga kemungkinan akan terjadi kerusakan gigi.

Kemungkinan lainnya, terjadi pertumbuhan gigi ‘mati’ yang akarnya tidak tumbuh dengan baik akibat kerusakan jaringan. Akan tetapi, para ilmuwan telah melakukan uji coba yang berhasil. Ilmuwan mengembangkan metode yang dapat menumbuhkan kembali jaringan gigi anak-anak menggunakan sel induk dari gigi bayi mereka.

Dilansir dari Endgadget, tim ilmuwan itu mengekstraksi sel-sel induk pup gugur manusia (hDPSC) dari pasien gigi bayi yang sehat. Memungkinkan sel-sel untuk bereproduksi dalam pemeliharaan laboratorium dan menanamnya di gigi yang cedera. Setahun kemudian, cukup jaringan sehat yang tumbuh kembali. Anak-anak pun dapat kembali merasakan setidaknya beberapa sensasi, seperti panas atau dingin.

Perawatan berbasis sel induk menghasilkan semua bahan yang diperlukan untuk jaringan dan tidak ada kekhawatiran tentang penolakan sistem kekebalan. Pasien yang menjalani pengobatan konvensional yang hanya mendorong perkembangan akar dengan jaringan yang tersisa tidak mendapatkan kembali perasaan apapun.

Masih butuh bwaktu beberapa saat sebelum anak kecil dapat beristirahat dengan lebih mudah. Percobaan masih dilakukan di Cina, para peneliti masih dalam tahap perencanaan untuk uji coba yang disetujui FDA di Amerika Serikat. Tidak mengherankan, metode ini tidak berhasil untuk orang dewasa. Sebab, perlu menyumbangkan sel induk, dan percobaan ini baru saja dimulai.

 

Sumber: Republika