Otonomi.co.id – Cinta lokasi setelah traveling pasti sudah seringkali didengar. Tetapi apa jadinya jika romansa tersebut berakhir dalam sebuah ikatan pernikahan?
Hal itu justru dialami oleh pasangan Danu dan Nira yang sama-sama cinta terhadap alam. Saking cintanya, sebuah tas gunung digunakan sebagai mahar pernikahan mereka.

Keduanya saat ini ditinggal di Kota Malang, Jawa Timur. Danu berasal dari Probolinggo, sedangkan Nira dari Banyuwangi.

Danu dan Nira hobi traveling
© 2017 otonomi.co.id/travelingyuk.com

Pertemuan mereka berawal dari kecintaan dalam mengikuti kegiatan outdoor, seperti gowes atau bersepeda. Siapa sangka hobi itulah yang menciptakan sebuah pertemanan yang akrab. Bukan hanya bersepeda mereka juga sering mengadakan acara kamping bahkan naik gunung bersama sahaba-sahabatnya.

Dikutip dalam laman Travelingyuk.com, Danu akhirnya mempersuntik Nira pada 2014. Keduanya memutuskan untuk menikah tanpa ada proses pacaran.

Pernikahan mereka pun menarik perhatian lantaran masa kawin yang diberikan Danu bukan berupa perhiasan atau gunung. Ya, pria lulusan Universitas Brawijaya tersebut memberikan sebuah tas gunung sesuai dengan permintaan Nira.

Danu dan Nira menikah dengan mahar tas gunung
© 2017 otonomi.co.id/travelingyuk.com

Mas kawin berupa tas gunung ternyata membuat banyak orang kebingungan. Bahkan pengurus KUA tak percaya hingga buku nikah keduanya terpaksa ditahan selama beberapa bulan.

Berkat penjelasan dari Danu dan Nira, keluarga dan sahabat mereka akhirnya mengerti. Usai menikah dan kembali ke Malang, kegiatan untuk menjelajah alam masih berlanjut.

Danu dan Nira
© 2017 otonomi.co.id/travelingyuk.com

Bukan hanya naik Gunung Semeru, Arjuno, Kawah Ijen hingga Bromo, mereka juga sering mampir ke Objek wisata Malang serta Banyuwangi. Ada Pantai Bangsring dengan keindahan alam bawah laut yang memesona.

Pasangan yang bercita-cita mengunjungi Kathmandu dan Whistler ini mengaku lebih suka liburan di alam terbuka. Tentu medan lebih menantang, banyak hal seru yang dapat dilakukan selama perjalanan. Bahkan, mereka pernah berniat mendaki pegunungan di Batu hanya untuk sarapan pagi. (poy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here