RAKYAT.NET, Jakarta – Pasar properti dalam negeri optimis tumbuh lebih baik di paruh kedua tahun ini. Dan diharapkan bisa berefek positif bagi bisnis asuransi properti hingga tutup tahun 2018. Pertumbuhan pasar property berbanding lurus dengan perolehan premi sehingga lini bisnis asuransi properti akan terangkat.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe mengakui, masih ada tantangan para pelaku usaha. Yakni mencari sumber bisnis lebih sehat untuk portofolio masing-masing perusahaan.

Beberapa tahun terakhir, sejumlah pemain asuransi kerugian menghindari potensi bisnis dari akun yang memiliki klaim rasio cukup besar. “Sehingga akun tersebut dilepas agar mendapat hasil underwriting lebih baik,” kata Dody. Selektivitas masih berlanjut di separuh II tahun ini. Pertumbuhan premi tak akan terlalu signifikan dibandingkan 2017.

Pertumbuhan premi dari lini usaha ini diyakini lebih dari 5%, tapi berat mencapai dua digit. AAUI mencatat semester I tahun ini pelaku usaha asuransi kerugian membukukan premi Rp 8,35 triliun dari lini bisnis asuransi properti. Jumlah ini naik 1,2% dari periode sama di 2017.

Pada semester I 2018, pangsa pasar dari lini bisnis ini tercatat 25,2% dari total premi Rp 33,13 triliun. Padahal, pada periode sama di 2017 porsinya menembus 27,7%.

Beberapa faktor pendorong lini bisnis ini di separuh kedua. Di antaranya pelonggaran loan to value (LTV) untuk pembelian properti diharapkan dapat lebih menggairahkan pasar.

Sumber: kontan.co.id