RAKYAT.NET, Perkembangan teknologi bidang kesehatan semakin maju pesat. Para ahli dari berbagai bidang ilmu telah berupaya keras menemukan solusi spektakuler untuk kelangsungan hidup manusia.

Dengan teknologi modern, transplantasi jantung semakin menjawab harapan manusia untuk hidup lebih lama walau tanpa jantung. Seorang pria 25 tahun bernama Stan Larkin mendapat transplantasi jantung pada 2016 setelah hidup selama 16 bulan tanpa organ tersebut. Fungsi jantungnya digantikan oleh Syncardia, sebuah jantung buatan berbentuk ransel yang harus dikenakan oleh Stan setiap saat.

Ransel tersebut terhubung pada sistem vaskular Stan dan berfungsi memompa darah ke seluruh tubuhnya. Stan dan saudaranya Dominique didiagnosis dengan kardiomiopati turunan ketika remaja. Kondisi ini bisa membuat jantung terhenti secara tiba-tiba. Setelah bertahun-tahun menunggu pendonor, jantung Stan dan Dominique akhirnya diangkat pada 2014 karena kedua sisinya akan segera berhenti bekerja. Mereka diberi Syncardia sebagai pengganti.

Namun, bila Dominique hanya perlu memakai Syncardia selama beberapa minggu sebelum akhirnya mendapat transplantasi jantung, Stan harus menunggu selama setahun. Dia pun dipasangi Syncardia portabel bernama Freedom agar bisa menunggu di rumah. Seperti yang dapat dilihat di foto, alat tersebut jelas tidak kecil. Ia berbentuk ransel dan beratnya enam kilogram. Stan dilaporkan seperti menggendong anak-anaknya di punggung karena alat tersebut. Namun hebatnya, dia masih bisa bermain basket.

“Alat ini tidak dibuat agar (Stan) bisa bermain basket. Stan mendorong teknologi ini dan menggunakannya semaksimal mungkin,” kata Jonathan Haft dari University of Michigan Frankel Cardiovascular Centre, seperti dilansir dari ScienceAlert, Sabtu (17/3/2018).

Pada 9 Mei 2016, Stan akhirnya mendapatkan transplantasi jantung dan pulih sepenuhnya. Dia pun membagikan kisah hidupnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebutuhan akan jantung donor. Kisahnya sekaligus memberikan harapan baru bagi orang-orang yang sedang menunggu pendonor.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here