RAKYAT.NET, Jakarta – Kenaikan harga garam di beberapa daerah dinilai tak rasional. Beberapa provinsi di Indonesia, kenaikan harga garam sangat tinggi, bahkan hingga mencapai 100 sampai 150 persen. Pada bulan Agustus 2017, andil kenaikan harga garam terhadap inflasi mencapai 0,22 persen.

“Di beberapa provinsi kenaikan garam ada yang menyentuh 150 persen, misalnya di Gorontalo,” ungkap Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Namun, beberapa komoditas pangan utama mengalami deflasi antara lain bawang merah, bawang putih, dan ikan segar.

Suhariyanto menyebut, pihaknya mengharapkan inflasi IHK pada bulan September hingga akhir tahun 2017 akan tetap terkendali. Namun demikian, ada beberapa komoditas pangan yang tetap diwaspadai pergerakan harganya.

Komoditas pangan yang harus dipantau secara intensif antara lain cabai merah, garam, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Dan beberapa buah-buahan juga terus diwaspadai pegerakannya, antara lain anggur dan apel.

Meskipun demikian, hingga Agustus 2017, secara keseluruhan komponen harga pangan mengalami deflasi. BPS, kata Suhariyanto, tetap optimis bahwa inflasi IHK sampai akhir tahun 2017 akan berada pada kisaran target 4 persen.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here