RAKYAT.NET, Jakarta – Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi berbagai lautan luas. Namun ironis sekali harus mengalami kelangkaan garam. Harus impor garam dari negara lain. Tak mengherankan jika harga garam di negara maritim ini tidak stabil.

Dilansir dari antaranews.com, harga garam di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jember, Jawa Timur kembali meroket pada kisaran Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kilogram karena kelangkaan komoditas tersebut.

“Harga garam awal Agustus 2017 berkisar Rp 9.000 hingga Rp 9.500 per kilogram, namun kini kembali melambung tinggi hingga Rp 16.000 per kilogram atau Rp 4.000 per kemasan yang berisi 250 gram,” kata seorang pedagang.

Harga garam mulai naik menjadi Rp 16.000 per kilogram yang sebelumnya hanya seharga Rp 12.000 per kilogram atau Rp 3.000 per kemasan dengan berat 250 gram.

Mahalnya harga garam disebabkan kurangnya pasokan dan menyebabkan kelangkaan di pasaran, sedangkan permintaan tetap.

Harga garam masih cenderung fluktuatif, sehingga sewaktu-waktu bisa naik ketika pasokan berkurang dan turun apabila stok melimpah.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember Anas Maruf, kelangkaan garam tidak hanya terjadi di Kabupaten Jember, namun hampir merata di sejumlah daerah.

Harga garam di Jember sempat mengalami penurunan beberapa saat karena stok melimpah. Namun sekarang kembali merangkak naik.

Ia berharap pasokan dan distribusi garam dapur segera kembali normal, sehingga harganya bisa kembali normal pada kisaran Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kemasan 250 gram, sedangkan harga garam bata bisa normal pada kisaran Rp 500 hingga Rp 600 per buah.

 

Sumber: Antaranews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here