Jakarta – Sejak dua pekan terakhir harga garam di Aceh naik cukup tinggi, contohnya di daerah Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Biasanya harga garam dapur di daerah tersebut Rp 3.000/kg. Sekarang naik jadi Rp 10.000/kg. Hal ini akibat mahalnya harga bahan baku (bibit garam) yang dijual ke para petani garam di Aceh.

“Awalnya bibit garam dijual Rp 50.000 per paket namun sekarang naik menjadi Rp 100.000. Akibatnya para petani di Aceh dengan berat hati harus menaikkan harga garam yang siap konsumsi lebih mahal,” kata Nur Habimah (45), petani garam di Kawasan Lancok, Aceh Utara kepadadetikFinance, Senin (24/7/2017).

Menurutnya, mahalnya harga garam tidak hanya terjadi di Aceh. Masyarakat di Pulau Sumatera dan Jawa pun sangat-sangat mengeluhkan naiknya harga bahan dapur tersebut.

“Biasanya harga garam hanya Rp 3.000/kg. Sekarang meningkat menjadi Rp 10.000/kg,” sebut Nur.

Lonjakan harga tersebut akhirnya menyebabkan sejumlah pembeli terkejut, sebab naiknya sangat drastis.

“Walau harga naik saya tetap membeli garam. Soalnya kan garam menjadi kebutuhan pokok buat di rumah. Kita harap pemerintah bisa menyikapi kenaikan harga tersebut,” kata Rohana, salah seorang warga Aceh Utara kepada detikFinance.

(ang/ang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here