RAKYAT.NET, Bantul – Harga cabai saat ini sedang berada di level terendah. Akibatnya, ada petani yang sengaja membagikan cabai gratis yang sudah masuk masa panen. Contohnya, Widodo, petani di Seloharjo, Pundong Bantul.

Widodo mengatakan, kondisi tanah di wilayahnya mulai mengering. Sementara, tanaman cabai yang ditanamnya 3 bulan lalu mulai masuk masa panen. Jika tidak segera dipanen, cabai itu akan segera membusuk dalam tiga hari ke depan.

Di sisi lain, harga cabai di pasaran sudah mulai turun hingga 3 ribu per kilogramnya. Ia akhirnya menawarkan cabai yang sudah masak untuk diambil warga sekitar.

“Ya saya tawarkan ke tetangga. Saya upload di media sosial juga. Sampai yang dari jauh-jauh datang ke sini. Seperti dari Condong Catur, Wedomartani, Sleman dan ada dari Samigaluh, Kulon Progo,” katanya.

Widodo mengatakan, ia memiliki lahan seluas 75m x 100 meter. Namun, yang siap panen hanya 12 x 8 meter, sisanya mati karena kekurangan air. Sampai saat ini, masih ada cabai gratis yang bisa diambil bagi warga yang mau.

“Silahkan saja ambil, niatnya juga sedekah,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat melindungi petani saat musim panen seperti saat ini. Meski begitu, ia mengaku tidak merasa rugi dengan membagikan cabai yang ditanamnya secara gratis kepada wrga sekitar.

“Jadi dulu harga bagus hasilnya enggak baik karena mungkin metode masih salah. Sekarang metode benar, malah harganya turun. Ya sudahlah,” ujarnya.

Sementara itu, Ida, pedagang di Pasar Beringharjo mengatakan jika saat ini harga cabai hampir semuanya turun harga karena memasuki masa panen. Ia memprediksi harga cabai dapat kembali normal dalam beberapa bulan ke depan.

“Rawit merah Rp 12 ribu per kilo, rawit ijo Rp 12 ribu, tropong merah Rp 20 ribu, tropong ijo Rp 18 ribu, keriting merah Rp 25 ribu dan keriting ijo Rp 18 ribu per kilo,” ujarnya.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here