RAKYAT.NET, Jakarta – Harga sembako terutama beras sangat fital bagi ekonomi masyarakat. Pemerintah harus dapat mengontrol stok dan pasokan beras di seluruh wilayah Indonesia.

Harga komoditas beras di pasar tradisional Kota Sukabumi mulai mengalami kenaikan. Fenomena ini terjadi salah satunya akibat berkurangnya pasokan beras ke pasaran.

Data dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskop UKM-PP) Kota Sukabumi menyebutkan, kenaikan harga beras terjadi pada tiga jenis komoditas beras yakni beras Ciherang, beras IR 64 KW 1 Jampang, dan IR 64 KW 2 Jampang. Harga beras Ciherang naik dari Rp 11 ribu per kilogram menjadi Rp 12 ribu per kilogram.

Beras IR 64 KW 1 Jampang mengalami kenaikan harga sebesar 15 persen dari harga pekan lalu sebesar Rp 10 ribu per kilogram menjadi Rp 11.500 per kilogram. Terakhir beras IR 64 KW 2 Jampang mengalami kenaikan harga sebesar 4.76 persen dari harga pekan lalu sebesar Rp 8.400 per kilogram menjadi Rp 8.800 per kilogram.

‘’Kenaikan harga terhadap ketiga komoditas beras tersebut karena pasokan mengalami penurunan,’’ ujar Kepala Diskop UKM-PP Ayep Supriatna.

Menurut Ayep, petugas terus memantau perkembangan harga dan pasokan beras ke pasaran. Harapannya harga beras di pasaran kembali stabil.

Sumber: republika.co.id
Photo: radartvnews