VIVA.co.id – Keterlibatan sepeda motor saat musim mudik lebaran terus meningkat, mengingat jumlah pemilik motor terus bertambah. Maka, sebelum melakukan perjalanan, bukan hanya kondisi motor saja yang harus diperhatikan fisik pun dipersiapkan.

Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), mengatakan, faktanya memang pemudik menggunakan sepeda motor terus meningkat, namun keterlibatan sepeda motor di kecelakaan saat mudik lebaran terus menurun.

“Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor saat mudik lebaran menurun, dari tahun lalu 70,8 persen menjadi 67 persen. Banyak yang mempengaruhi, yaitu saat mudik lakukan manajemen perjalanan, jadikan mekanisme perjalanan sebagai kebutuhan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Oleh sebab itu, Edo pun menuturkan agar menajemen perjalanan dan manajemen keselamatan harus diperhatikan. Sambung dia, untuk persiapan sebelum melakukan perjalan jauh itu yang terutama istrahat cukup.

“Persiapan ada dari fisik pengendaranya yaitu, harus istirahat minimal tidur delapan jam itu wajib dilakukan. Kedua, kendaraannya mulai dari ban, rantai, rem, bahan bakar, hingga ke komponen terkecil sekali pun seperti tutup pentil,” tuturnya.

Setelah melakukan persiapan, tahapan yang selanjutnya ketika sudah menempuh perjalanan. Kata pria yang dikenal sebagai sesepuh komunitas motor ini, istirahat itu harus dua jam sekali dengan asumsi tulang belakang manusia menanggung beban lebih berat saat riding, dan ditambah membawa barang.

Selain itu, faktor psikologis manusia jika sudah terlalu lelah di perjalanan, menurutnya tidak akan bisa mengontrol emosi saat melakukan kegiatan yang monoton (berkendara). Maka sangat penting untuk melakukan pola istrahat yang benar saat perjalanan.

“Tips lain, jangan bawa barang berlebihan. Kalau bisa, dikirim saja barangnya. Mending bayar biaya pengiriman sekian ribu, dibanding harus menanggung resiko kecelakaan lebih besar.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here