Jakarta, CNN Indonesia — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menilai reaksi panik telah membuat 12 orang wisatawan terluka saat Kawah Sileri di Dieng, Jawa Tengah meletus pada Minggu (2/7) lalu.

Hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi, seandainya para pelancong melakukan sejumlah antisipasi terlebih dahulu.

Kepala PVMBG Kasbani berbagi sejumlah kiat yang harus dilakukan oleh masyarakat sebelum memutuskan untuk berwisata di daerah gunung berapi.

1. Pelajari aktivitas gunung berapi

Cara untuk mempelajari pola aktivitas gunung berapi menurut Kasbani bisa dilakukan dengan bertanya kepada petugas pos pengamatan yang ada di daerah tersebut. Selain itu, PVMBG juga memiliki laman yang berisi informasi aktivitas terkini seluruh gunung berapi yang ada di Indonesia.

“Kami juga baru merilis aplikasi Magma Indonesia yang bisa diunduh di android. Masyarakat harus tahu karakter pegunungan berapi tersebut, sehingga bisa waspada dan tidak panik kalau ada apa-apa,” kata Kasbani saat dihubungi, Selasa (4/7).

Ia menuturkan, peristiwa letupan di Kawah Sileri seharusnya bisa dipahami wisatawan karena hal tersebut sewaktu-waktu bisa terjadi.

“Dieng itu memiliki karakteristik dataran tinggi yang banyak gas. Jadi wajar kalau terjadi letupan erupsi freatik, di mana tekanan uap yang sangat tinggi berhasil mendobrak bebatuan sehingga terjadi letupan. Tidak perlu panik,” jelasnya.

2. Patuhi papan peringatan dan larangan petugas

Kasbani juga menyayangkan banyak masyarakat yang tidak mengindahkan larangan yang diberikan PVMBG untuk memasuki kawah Sileri. Sepanjang tahun ini PVMBG mencatat Kawah Sileri sudah meletup sebanyak tiga kali.

“Sejak April 2017, kami sudah rekomendasikan agar tidak diperbolehkan masyarakat mendekati kawah Sileri. Apalagi saat malam hari, saat mendung,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar petugas pengamatan maupun pengelola objek wisata untuk selalu proaktif melarang wisatawan masuk ke kawasan panas bumi, jika PVMBG sudah menerbitkan rekomendasi.

“Di Sileri itu ada batas 100 meter. Kami sudah sampaikan ke pos pengamatan dan juga pengelola. Tetapi mungkin karena saat lebaran itu ada banyak orang yang datang, mereka kewalahan. Petugas harus berani proaktif melakukan pengawalan,” imbuh Kasbani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here