RAKYAT.NET, Banten – Status Gunung Anak Krakatau (GAK) saat ini berada di Level II atau Waspada. Gunung berapi yang berada di Selat Sunda itu erupsi dan mengepulkan asap putih setinggi 50 meter. Jika dalam kondisi normal hanya 25 meter.

“Asap cuma teramati putih tipis 50 meter. Itu setiap hari ada,” kata Kepala Pos Pantau GAK Lampung, Andi Suandi, Senin 25 Juni 2018.

Masyarakat, terutama nelayan, diminta untuk tidak mendekat dalam radius satu kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Tetapi berdasarkan catatan Badan Geologi, letusan yang terjadi pada pukul 07.14 WIB, dibarengi dengan semburan abu dari puncak gunung setinggi 1.305 meter dari permukaan laut.

“Masyarakat, nelayan dan wisatawan, dilarang mendekati Krakatau dalam radius satu kilometer,” katanya.

Berdasarkan informasi dan data yang dikirim kan oleh Andi Suandi, untuk periode pengamatan tanggal 24 Juni 2018, kawah tidak teramati secara visual karena tertutup kabut.

Gunung setinggi 305 meter dari permukaan laut (MDPL) itu mengalami gempa vulkanik dangkal sebanyak 58 kali dan gempa vulkanik dalam sebanyak dua kali.

Berdasarkan data yang terekam pada seismograf di pos pengamatan Gunung Anak Krakatau, ampilutido erupsi tercatat 30 milimeter dan durasi selam lebih dari 45 detik.

Sumber: viva.co.id