RAKYAT.NET, BANDUNG – Penenerapkan sistem “e-toll portable” atau jemput bola transaksi nontunai di Gerbang Tol Pasteur untuk mengurai kemacetan di Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur) menuju masuk tol atau ke arah Jakarta dan sekitarnya.

“Kita lakukan jemput bola e-toll karena melihat antrean yang panjang Jalan Pasteur,” ujar kepala shift pencatatan GT Pasteur, Jumiyati di GTO Pasteur, Senin (25/12).

Jumiyati mengatakan, penggunaan jemput bola ini baru pertama kali dilakukan mengingat jumlah antrean sudah mengular sejak memasuki perempatan Pasteur-Sarijadi.

Dilansir dari kontan.co.id, antrean kendaraan menuju pintu masuk Tol Pasteur sudah mengular hingga memasuki jembatan layang Pasupati. Bahkan, laju kendaraan tidak lebih dari 10 km/jam.

Saat ini, pihak GTO Pasteur, menerjunkan dua e-toll portable di lima gardu yang ada. Menurutnya, penerapan jemput bola ini, sedikitnya mampu mempercepat antrean saat memasuki gerbang tol.

Jika dibandingkan, dua tol yang menerapkan e-toll portable, dalam dua detik bisa mempercepat laju antrean di gardu hingga empat kendaraan sekaligus. Sementara tiga gardu yang tidak menerapkan e-toll portable satu detik hanya satu kendaraan saja.

“Perbandingan per jamnya bisa menyampai 30-40 kendaraan antara yang menggunakan jemput bola dengan gerbang yang tidak,” katanya.

Sementara total kendaraan yang masuk GT Pasteur pada Senin dari pukul 12.00 hingga 16.00 WIB GT Pasteur tercatat mencapai 5.985 kendaraan dari lima gardu.

Sebaliknya, kendaraan yang masuk ke Kota Bandung atau keluar dari GT Pasteur mencapai 4.000 kendaraan. Jumlah tersebut terbilang normal, terlebih tidak ada antrean yang keluar GT Pasteur.

“Sebenarnya kendaraan yang masuk Pasteur baik libur panjang atau seperti hari ini ga ada bedanya. Total satu hari sekitar 15 ribu hingga 16 ribu kendaraan,” kata dia.

Di tempat terpisah, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, mengimbau bagi wisatawan yang hendak ke Bandung atau meninggalkan Bandung tidak selalu menggunakan GT Pasteur.

Menurutnya, masih ada GT lain yang bisa digunakan seperti GT Pasir Koja, Buahbatu, M. Toha dan Kopo. “Sesuaikan dengan tujuan saja. Supaya tidak terjadi kepadatan khususnya di Pasteur,” kata Hendro di Mapolrestabes Bandung.

Sumber: kontan.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here