RAKYAT.NET, Jakarta – Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR meminta masyarakat tidak khawatir tentang adanya wacana pembekuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disampaikan oleh anggota Panitia Khusus (Pansus) Angket Henry Yosodiningrat.

Wacana tersebut harus dihadapi oleh KPK. Sebab, menurutnya, ide tersebut menjadi bagian dari upaya perbaikan lembaga antirasuah tersebut.

Fahri menambahkan, semua ide dari Pansus untuk memperbaiki KPK perlu ditampung karena itu didasarkan pada temuan selama mereka bekerja.

Ia pun mengusulkan model pemberantasan korupsi seperti di Korea Selatan, karena lebih sistematis dan menyeluruh.

Menurut Fahri, model pemberantasan korupsi di sana dengan menguatkan lembaga penegak hukum inti seperti kepolisian dan kejaksaan akan sangat efektif.

“Nanti kita lihat mau bubar, beku, cair nanti kita lihat. Kalau saya santai aja, enggak usah khawatir. Santai aja,” lanjut Fahri.

Usulan isi rekomendasi Panitia Angket DPR terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi makin liar dan tampak bertujuan meniadakan komisi antikorupsi itu.

Anggota Panitia Angket dari Fraksi PDI Perjuangan, Henry Yosodiningrat menyerukan pembekuan KPK sementara waktu. Menurut Henry, dari hasil penyelidikan panitia angket, ada banyak hal di KPK yang harus dibenahi, dan pembenahan ini butuh waktu lama.

“Maka, jika perlu, untuk sementara KPK distop dulu. Kembalikan kewenangan memberantas korupsi kepada kepolisian dan Kejaksaan Agung dulu,” kata Henry.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here