RAKYAT.NET – Tragedi pesawat terjadi Minggu (10/03/) di sekitar Bishoftu atau Debre Zeit, sekitar 50 kilometer selatan Ibu Kota Etiopia, Addis Ababa, tak lama setelah lepas landas pada pukul 08.38 waktu setempat.

Pesawat Boeing 737 itu jatuh dan terbakar. Pihak maskapai Ethiopia Airlines mengkonfirmasi tidak ada penumpang yang selamat. Pesawat yang mengangkut 149 penumpang dan 8 kru itu jauh enam menit setelah meninggalkan Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya.

Model pesawat itu sama dengan model pesawat yang dioperasikan Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh dalam penerbangan dari Jakarta Pangkal Pinang pada 29 Oktober 2018 lalu.

Dalam peristiwa itu, seluruh penumpang dan awak kapal meninggal dunia setelah pesawat jatuh di perairan Karawang, jumlah korban mencapai 189 orang.

CEO Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam menuturkan bahwa korban pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh berasal dari setidaknya 30 negara. Salah satu korban diketahui adalah seorang Warga Negara Indonesia (WNI). Dilansir dari Reutery, Minggu (10/03).

Gebremariam menuturkan bahwa 32 warga Kenya, 18 warga Kanada, sembilan warga Ethipia, 8 warga Italia, 8 warga China, 8 warga Amerika Serikat, 7 warga Inggris, 7 warga Perancis, 6 warga Mesir, 5 warga Belanda, 4 warga India, 4 warga Slovakia, 3 warga Australia, 3 warga Swedia, 3 warga Rusia, 2 Warga Maroko, 2 warga Spanyol, 2 warga Polandia, dan 2 warga Israel tewas dalam kecelakaan tersebut.

“Terdapat satu orang dari negara Belgia, Indonesia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwandian Sudan, Uganda, dan Yaman, dalam pesawat itu,” jelasnya.

Gebremariam kemudian menjelaskan bahwa dalam pesawat itu juga terdapat empat orang penumpang yang terdaftar menggunakan parpor PBB dan kebangsaan mereka belum diketahui hingga saat ini.

 

Sumber : Koran Jurnal Bogor