Jakarta, CNN Indonesia — Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, Entikong, jalur perbatasan darat antara Indonesia dengan Malaysia, yang terletak di Kabupaten Sangau, Kalimantan Barat, telah menjadi salah satu pintu masuk ‘populer’ bagi wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, hal ini tercermin dari pesatnya pertumbuhan jumlah wisman yang ke dalam negeri melalui jalur perbatasan tersebut. Pada Mei 2017, jumlah wisman yang melalui Entikong mencapai dua ribu kunjungan, meningkat sekitar 18,59 persen dibanding April 2017 sebanyak 1,69 ribu kunjungan.
“Entikong ini, walau jumlah wismannya baru sekitar dua ribuan tapi pertumbuhan secara bulanannya tinggi,” ujar Suhariyanto di kantor BPS, Senin (3/7).

Suhariyanto menilai, pesatnya pertumbuhan jumlah kunjungan wisman dari Entikong lantaran jalur yang ditempuh merupakan jalur darat, sehingga mudah dijangkau, khususnya bagi wisman dari Negeri Jiran.

Adapun dalam catatan BPS, pertumbuhan jumlah kunjungan wisman melalui Entikong meningkat paling tajam dibandingkan dengan tiga pintu masuk utama Indonesia, yaitu Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta di Banten, Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Bali, dan Bandar Udara Hang Nadim di Batam. Meski, secara jumlah belum mampu melampaui ketiga pintu masuk utama tersebut.

Sepanjang Mei lalu, BPS justru menemukan catatan pertumbuhan negatif dari dua bandara besar. Bandar Udara Soekarno Hatta menurun 3,04 persen dari 211,1 ribu pada April 2017 menjadi 204,7 ribu pada Mei 2017. Adapun Bandar Udara Hang Nadim menurun 16,31 persen dari 134,2 ribu pada April 2017 menjadi 112,3 ribu pada April 2015.

Sementara itu, pertumbuhan jumlah kunjungan di Bandar Udara Ngurah Rai yang kerap menjadi pintu masuk kawasan wisata Bali, pada Mei lalu, hanya tumbuh 2,53 persen, dari 474,6 ribu menjadi 486,6 ribu kunjungan.

“Selain Entikong, wisatawan juga masuk melalui Sepinggan, itu sedikit tapi lumayan pesat persentase secara bulanannya. Justru yang (pertumbuhannya) tertinggi bukan di tiga pintu utama,” terang dia.

Selain Entikong, BPS mencatat, pertumbuhan jumlah kunjungan wisman yang tinggi, juga terjadi di Sepinggang, Balikpapan dan di Tanjung Priok di Jakarta Utara. Adapun jumlah kunjungan wisman di Sepinggan tumbuh 3,93 persen mencapai 0,37 ribu kunjungan dan di Tanjung Priok tumbuh 11,43 persen menjadi 5,51 ribu kunjungan.
Sementara itu, secara keseluruhan, BPS mencatat, jumlah wisman meningkat 1,49 persen menjadi 1,16 juta kunjungan pada Mei 2017, dari sebelumnya 1,14 juta kunjungan pada bulan sebelumnya. Dengan demikian, secara kumulatif dalam lima bulan pertama di tahun ini, jumlah wisman ke Indonesia mencapai 5,36 juta kunjungan atau naik 20,85 persen dibandingkan Januari-Mei 2016 sebanyak 4,43 juta kunjungan.

Adapun berdasarkan negara penyumbang wisman, China masih menjadi yang terbanyak mengalirkan warga negaranya untuk berlibut ke Indonesia, yaitu sebanyak 152,91 ribu atau meningkat 13,19 persen dari Mei 2016. Kemudian diikuti Singapura sebanyak 113,96 ribu, Malaysia 111,55 ribu, Australia 91,7 ribu, dan India 45,58 ribu kunjungan. (agi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here