RAKYAT.NET, Jakarta – Harga pasar ditentukan oleh supply dan deman atau pasokan dan permintaan. Pasokan terlalu banyak berakibat turunnya harga barang tersebut.

Seperti kita ketahui, pemerintah Indonesia akan menambah stok garam melalui impor. Hal ini sangat berdampak terhadap harga garam petani lokal. Kebijakan impor garam akan menekan harga.

Harga garam produksi petani lokal terjun bebas. Akibat kelebihan stok, kini harga jualnya hanya berada di kisaran Rp 300 per kilogram (kg). Puluhan ribu ton garam produksi petani tambak lokal pada tahun lalu pun belum terjual.

Di saat bersamaan penyerapan garam lokal oleh industri rendah. Kondisi ini diduga terjadi karena keberadaan garam impor.

Parahnya, harga garam yang saat awal musim panen 2018 sempat menyentuh Rp 12 ribu per kg, berpotensi semakin jatuh karena sudah memasuki masa panen. Para petambak cemas harga garam terjun bebas ke level Rp 50 per kg karena stok akan semakin melimpah. Dan dikuatirkan akan membunuh industri garam petani lokal.

Foto: merahputih