RAKYAT.NET, Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, ada beberapa sektor yang akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018, seperti e-commerce dan Pariwisata.

Hal ini ditandai dengan pertumbuhan e-commerce yang mencapai 60-80 persen per tahun. Sementara Pariwisata pertumbuhannya mencapai 35-45 persen per tahun.

Melihat pertumbuhan tersebut, Lembong yakin di 2018 kedua sektor itu berpotensi dapat menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, investasi ke sektor jasa potensinya paling besar, misalnya saja pendidikan.

“Makanya bapak presiden gencar mau menderegulasi, membuka sektor universitas, karena pasti banyak yang investasi dan banyak yang mau,” ujarnya.

Menurutnya, selain mendatangkan investasi, membuka Universitas yang akan bekerja sama dengan lembaga internasional akan membuka lapangan pekerjaan. Serta membuka peluang kelas menengah menikmati gelar S1 dari lembaga internasional.

“Kalau umpamanya tidak usah keluar negeri bisa dapat gelar dari universitas internasional, itu kan luar biasa. Jangan universitas internasional jangan hanya dinikmati oleh orang kaya,” jelas Lembong.

Dia menambahkan, meski 2018 merupakan tahun politik namun akan berdampak positif terhadap ekonomi. Sebab hampir bagi semua negara tahun politik itu stimulus terhadap ekonomi. Karena akan terjadi stimulus dari pengeluaran kampanye, seperti konsumsi kaos, spanduk, dan iklan.

“Semua acara-acara kampanye selalu ada makanan minuman, gathering, jasa angkutan, jasa penginapan, kebersihan, dan lain-lain. Pemerintah di tahun politik sengaja bikin kebijakan populer menstimulus terhadap ekonomi. Tahun politik itu tahun yang baik untuk ekonomi dan investasi,” tandasnya.

Sumber: merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here