RAKYAT.NET, Jakarta – E-bike atau sepeda elektronik bukan lagi menjadi hal yang baru bagi masyarakat. Bodinya yang ramping mampu membantu pengguna melenggang dari kemacetan. Tak ayal beberapa kalangan menggandrungi kendaraan ini. Meski mampu membantu melalui kemacetan, kendaraan ramping ini kecepatannya tak bisa disandingkan dengan sepeda motor. E-bike sendiri kecepatan rata-ratanya hanya mencapai 32 km hingga 80 km.

Namun berkat terobosan teknologi, sebuah perusahaan memangkas hal tersebut. E-bike milik DelFast, memiliki kecepatan yang menyaingi sepeda motor, yakni dengan jarak maksimum lebih dari 321 km. Secara rinci, puncak jarak e-bike ini mampu mencapai 380 km hanya dengan satu kali pengisian baterai.

Kendaraan ini tentunya ditujukan bagi pengguna yang menyukai perjalanan jarak jauh dengan kendaraan yang terbilang ramping. E-bike sendiri disokong oleh baterai untuk menjalankan mesin. Dijelaskan DelFast, e-bike besutannya itu menggunakan baterai buatan Amerika Serikat (AS). Baterai tersebut juga bisa digunakan untuk mengisi daya smartphone atau tablet.

Pada jalan setapak, jarak 379 km mungkin akan terbayang sebagai perjalanan yang panjang. Namun perusahaan menyebutkan hal itu takkan dirasakan pengguna e-bike milinya karena ia melaju sekira 40-45 km per jam. Bagi pengguna yang terburu-buru, e-bike ini juga bisa digunakan dengan kecepatan maksimal 56 km per jam. Meski begitu, perusahaan merekomendasikan kecepatan rata-rata 25 km per jam.

Pengguna bisa mengaturnya dengan pedal-assist dan tiga mode daya yang berbeda. Sederet fitur disematkan pada kendaraan ramping ini, diantaranya GPS tracking, signaling, immobilizer, remote start, serta mampu terhubung dengan aplikasi di smartphone. Mengingat kecepatannya yang mengungguli e-bike lain, perusahaan merancang desain sepeda yang mirip sepeda gunung. “Dengan kendaraan ini, Anda bisa berkeliling kota, off-road dan yang terpenting untuk jarak jauh,” kata CEO DelFast, Daniel Tonkopiy dalam sebuah pernyataan. Mulanya, perusahaan hanya mendistribusikan e-bike besutannya ke sekitar Ukraina, Polandia, dan Kazakhstan sejak tahun 2015. Setelah berhasil merancang e-bike dengan kecepatan lebih tinggi ketimbang lainnya, DelFast memutuskan untuk melepasnya ke publik. Demikian seperti dilansir Digital Trends, Senin (18/9/2017.

Sumber: okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here