KOMPAS.com – Spark, drone terbaru besutan DJI, banyak menarik perhatian lantaran bentuknya yang kecil dan ringkas, di samping berharga lebih murah dibandingkan produk tipe lain dari DJI. Bobotnya hanya 300 gram, sementara harganya 499 dollar AS.

Tapi sang drone mungil mungkin menyimpan penyakit tersembunyi. Sejumlah pengguna melaporkan drone DJI Spark miliknya tiba-tiba mati saat terbang dan jatuh seperti batu dari langit.

Dalam beberapa kasus, Spark mati mendadak kala terbang rendah sehingga bisa diambil kembali dengan mudah untuk kemudian dikirim laporan diagnostiknya ke DJI. Tapi ada juga yang lebih sial dan jatuh ke hutan atau danau.

Belum jelas apa penyebabnya, namun DJI mengaku sudah mengetahui masalah ini dan berjanji akan menyelidiki semua laporan pengguna yang masuk untuk mencari solusi.

“Untuk berjaga-jaga, kami akan segera merilis update firmware,” sebut DJI dalam pernyataan resminya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Quartz, Rabu (26/72017).

“Kami merekomendasikan pengguna untuk memperbarui firmwareketika menerima notifikasi dari aplikasi DJI Go 4, supaya aman ketika menerbangkan Spark,” lanjut DJI.

Spekulasi beredar mengenai “penyakit” yang diderita Spark, mulai dari faktor kesalahan pengguna hingga sensor yang mengalami errorsehingga drone mengira harus mematikan daya.

Masalah yang dialami Spark mengingatkan pada insiden recall droneKarma besutan GoPro tahun lalu. Ketika itu, Karma juga dilaporkan sering mati mendadak saat mengudara.

Karma pun ditarik kembali dari pasaran dalam waktu hanya sebulan setelah dirilis pada Oktober 2016. GoPro kemudian memperbaiki unit-unit Karma yang bermasalah dan mulai menjualnya kembali pada awal 2017.

 

Penulis: Oik Yusuf

Editor: Deliusno

Sumber: Quartz,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here