RAKYAT.NET, Jakarta – Secara umum, fraksi-fraksi di DPR mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu over optimis. Khususnya terkait laju pertumbuhan ekonomi.

Sepuluh Fraksi DPR telah menyampaikan pandangan umum atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 beserta Nota Keuangan, yang sebelumnya telah disampaikan Presiden Joko Widodo.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menjelaskan, fraksi-fraksi DPR berpendapat bahwa situasi global belum membaik dan kurang bersahabat dengan kondisi ekonomi Indonesia.

Sehingga, menurut DPR, pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah sebesar 5,4 persen, dinilai masih terlalu over optimis. Sebab, pada kuartal I tahun 2017, laju pertumbuhan ekonomi hanya 5,01 persen.

Penerimaan pajak cukup menjadi sorotan beberapa fraksi. Taufik mengingatkan, penarikan pajak dari wajib pajak harus betul-betul adil dan proporsional.

Pajak progresif harus lebih diprioritaskan kepada kalangan objek pajak yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi.

Optimalisasi penerimaan pajak, diharapkan dapat mendukung pendapatan negara, selain dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Aspek pembangunan manusia dan berbagai program yang menyentuh kesejahteraan masyarakat, pengurangan angka kemiskinan hingga penyediaan lapangan pekerjaan pun turut disinggung beberapa fraksi.

Program yang sifatnya padat karya harus didukung penuh. Termasuk program yang menyangkut kebutuhan masyarakat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) ataupun BPJS Kesehatan.

Sementara terkait penyaluran dana desa pun pemerintah diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam implementasinya. Sebab, dengan anggaran yang mencapai Rp 60 triliun, berpotensi terjadi penyimpangan dalam penyalurannya ke tingkat desa.

Apalagi, belum adanya struktur organisasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi hingga tingkat desa, menyebabkan lemahnya pengawasan. Hal ini menjadi titik krusial yang harus diperhatikan pemerintah.

Sumber: rmol.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here