Serang – Akibat serangan hama wereng di seluruh kabupaten dan kota di Banten, Dinas Pertanian mencatat ada sekitar 8 ribu hektar sawah terdampak dan terancam gagal panen. Selain itu, serangan wereng juga sudah mengakibatkan 287,7 hektar sawah mengalami gagal panen.

“Yang puso (gagal panen) 287,7 hektar. Yang terkena dampak 8 ribu hektar,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus Tauhid, saat dikonfirmasi di Kota Serang, Rabu (26/7/2017).

Agus mengatakan, Dinas Pertanian Provinsi Banten saat sedang berupaya melakukan pengendalian terhadap serangan wereng di 8 ribu hektar sawah yang terdampak. Ia menjelaskan, sampai saat ini pengendalian penyebaran wereng dinilai sudah positif dan terkendali.

Diserang Wereng, 8 Ribu Hektar Sawah di Banten Terancam Gagal PanenFoto: Bahtiar Rifa’i

Pengendalian ini, menurutnya bekerjasama dengan para petugas pengamat hama di tingkat kabupaten dan kota. Semenjak awal munculnya wereng di Pandeglang, petugas langsung melakukan pengendalian sampai ke beberapa daerah.

“Saya perintahkan gerakan pengendalian yang terencana baik awal di Pandeglang, masuk ke Lebak dan seterusnya. Di Serang pun sama,” ucapnya.

Selain melakukan gerakan pengendalian, pihak Dinas Pertanian juga melakukan upaya memasukan para petani melalui asuransi tani padi. Asuransi itu untuk melindungi para petani ketika mereka mengalami gagal panen.

“Ini disubsidi oleh pemerintah pusat. Petani cukup membayar 1 hektar tidak lebih daripada Rp 40 ribu, klaimnya itu Rp 6 juta,” ucapnya.

Ia sendiri mengaku, selama serangan wereng yang terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Banten tidak berdampak pada ketahanan pangan. Karena setelah melakukan upaya pengendalian, serangan hama wereng sementara dapat dikendalikan.

Untuk daerah yang paling terdampak, menurut Agus, serangan wereng banyak ditemukan di daerah Lebak, Pandeglang dan Serang. Selain itu, ditemukan juga sebagian kecil wereng menyerang khususnya di kabupaten Tangerang.

(bri/wdl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here