RAKYAT.NET, Jakarta – Kartu Tanda Penduduk (KTP) sangat penting sebagai kartu tanda pengenal setiap warga negara Indonesia. Oleh sebab itu pemerintah mencanangkan program E-KTP yang berlaku secara nasional. Pemerintah terus menghimbau masyarakat agar mau melakukan perekaman data di tempat-tempat yang telah disediakan.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengadakan seminar nasional di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Seminar ini digelar untuk meningkatkan mutu pelayanan melalui pemanfaatan data administrasi kependudukan.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhurlloh, Rektor IPDN Ermaya Suradinata, dan perwakilan Bank Dunia Yongmei Zhou dalam sambutannya, mengatakan bahwa seminar nasional tersebut merupakan salah satu tujuan Kemendagri dalam rangka memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menggunakan data kependudukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dia menjelaskan, manajemen pemerintahan tidak boleh menyelesaikan masalah administrasi kependudukan saat ini dengan pendekatan masa lalu. Namun problem saat ini harus diselesaikan saat ini.

“Saat ini sudah ada Perpres 95/2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Revolusi adminduk yang kita jalankan sudah evolutif. Prosedur yang tadinya panjang jadi dipotong lebih pendek, persyaratan yang tidak perlu jangan diulang,” katanya.

“Dalam database kita, sebanyak 97 persen warga harus ber-KTP elektronik sudah melakukan perekaman penduduk. Dari 191 juta, yang sudah merekam sebanyak 185 juta. Kurang 6 juta lagi, mari kita kompak bergerak bersama serentak meneyelesaikan 6 juta lagi itu,” tambahnya.

Sumber: liputan6.com