RAKYAT.NET, Jakarta – Peringatan HUT Ke-72 TNI Tahun 2017 digelar di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Provinsi Banten. Tahun ini TNI mengambil tema ‘Bersama Rakyat TNI Kuat’.

Hal ini mengingatkan pada pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang dulu pernah mengingatkan prajurit TNI adalah bagian dari masyarakat.

“Tentara bukan merupakan suatu golongan di luar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat. Tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu.”

Dulu di depan pasukan baret merah RPKAD Kolonel Sarwo Edhie berkata. “Senjatamu, seragam, hingga kaos kaki dibeli dengan uang rakyat. Jadi jangan sekali-kali kamu menyakiti hati rakyat.”

Kehadiran TNI dalam operasi militer selain perang sangat dirasakan masyarakat. Bersama unsur-unsur lain, TNI selalu terdepan dalam setiap penanggulangan bencana alam.

Tak hanya itu, di sela-sela pengamanan perbatasan, TNI juga meluangkan waktu mereka untuk menjadi mengajar. Di sekolah-sekolah terpencil yang kekurangan guru, mereka meletakkan senjatanya dan menggantinya dengan pensil dan penggaris.

Mereka pula yang kadang menggantikan para ustaz mengajar di musala atau masjid. Membimbing anak-anak belajar mengaji dan mengenal huruf hijaiyah.

Atau bagaimana seorang prajurit Kostrad membimbing ‘mama-mama’ di Papua membuat telor asin. Suatu hal yang mungkin tak akan bisa diajarkan pasukan tempur sejenis macam US Ranger atau Green Berets.

Tak cuma rakyat Indonesia yang merasakan kiprah prajurit TNI. Di daerah konflik seperti Libanon, Sudan dan Afrika Tengah, pasukan garuda di bawah bendera PBB memberi sumbangsih berarti bagi masyarakat setempat.

Sumber: merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here