Cilegon – Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik baru pengolahan baja PT Krakatau Osaka Steel (KOs) di Kota Cilegon, Banten. Pabrik yang baru beroperasi secara komersil pada 25 Januari 2017 itu produksi sekitar 200 ribu ton tahun 2017.

Hal itu dikarenakan jumlah shift kerja yang hanya 16 jam per hari. Mulai tahun depan, jumlah shift akan ditingkatkan menjadi 24 jam dengan melibatkan 140 pekerja. Di tahun 2018, diharapkan dapat meningkat kapasitas produksinya menjadi 500.000 ton.

“Kami tahun ini produksinya kurang lebih 200 ribu ton jadi sekitar memang 40 persen kita utilisasi. Saat ini baru beroperasi kurang lebih 2 shift 16 jam, tahun depan kita akan operasi 24 jam sehingga berproduksi bisa 500 ribu ton,” Kata Direktur Utama PT Krakatau Osaka Steel kepada wartawan di Kota Cilegon, Banten, Kamis (20/7/2017).

Krakatau Osaka SteelKrakatau Osaka Steel Foto: Muhammad Iqbal

Meski demikian, PT KOS sudah menjajaki beberapa proyek nasional seperti pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek untuk menyuplai baja batangan untuk tiang panjang pembangunan tol tersebut.

“Jadi kita saat ini sedang dalam proses penjajakan dan mungkin sudah akan trial untuk proyek jalan tol layang di Jakarta-Cikampek dengan PT Waskita dengan PT Asset, itu kita sekarang akan melakukan trial untuk pembuatan tiang pancang,” katanya.

Lebih dari itu, Dwi Bagoes menyatakan, PT KOS juga sudah mulai mengirim beberapa hasil produksinya ke beberapa proyek PLN untuk pembangunan tiang-tiang tower.
“Kalau untuk rel kereta enggak. Tapi kalau siku tiang-tiang tower kita sudah mulai untuk supply proyek-proyek PLN pembangunan tower jaringan 54 ribu kilometer,” tuturnya.

Krakatau Osaka SteelKrakatau Osaka Steel Foto: Muhammad Iqbal

“Volumenya berat, bisa ampai 100-200 ribu ton, itu sudah mulai dan kita support ke fabricator-fabricator jadi kita tidak langsung ke PLNnya, PLN ke fabrocator, fabrocator ke kami untuk bahan bakunya,” sambung bagus.

Target Produksi 10 Juta Ton di 2020

Krakatau Osaka SteelKrakatau Osaka Steel Foto: Muhammad Iqbal

Menperin Airlangga mengungkapkan, pabrik baru ini diharapkan dapat mencapai kapasitas produksi 10 juta ton pada 2020 mendatang akan tercapai.

“Kalau kebutuhan itu kita dorong dengan roadmap Krakatau 10 Juta Ton, kalau kita bicara 10 ton itu basisnya adalah steel making, jadi yang di atasnya blash furnice-nya, itu yang menjadi basis perhitungan 10 juta ton tahun 2020,” terangnya.

Pabrik baru hasil kerja sama antara Krakatau Steel dan Osaka Steel ini mampu memproduksi baja tulangan S50 yang diperuntukkan bagi pembangunan jalan tol dan perkeretaapian.

Krakatau Osaka SteelKrakatau Osaka Steel Foto: Muhammad Iqbal

Baja tulangan S50 merupakan baja yang memiliki ketebalan dengan diameter 50 milimeter.

“Kalau pabrik Krakatau Osaka ini generasi berikut dari pabrik baja yang ada di Indonesia untuk pabrik yang longgar, kita sebut yang panjang besi beton. Dia bisa produksi bisa sampai 50, diameternya besar, dan dia juga produksi dengan kapasitas 5 ribu ton,” kata Airlangga.

Krakatau Osaka SteelKrakatau Osaka Steel Foto: Muhammad Iqbal

(dna/dna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here