RAKYAT.NET, Jakarta – Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan pihaknya terus melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pembuang sampah sembarangan. Sampai saat ini ada 700 pelanggaran yang dilakukan dengan uang denda yang terkumpul sebanyak Rp 64 juta.

“Tahun lalu kami berhasil mengumpulkan Rp 201 juta, sudah disetor ke kas daerah,” kata Isnawa Adji pada Selasa, 19 September 2017.

OTT dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 3 tahun 2013, dan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 80 tahun 2017 tentang Penempatan Sampah Sesuai Pada Tempatnya.

Jika tertangkap dan ada barang bukti, pelanggar diminta mengisi formulir. Sesuai dengan Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 3 tahun 2013, mereka harus membayar denda.

Jika membuang sampah sembarangan di jalan atau trotoar akan dikenakan denda maksimal Rp 100 ribu. Jika membuang ke sungai akan dikenakan denda maksimal Rp 500 ribu.

Kemudian, denda sebesar Rp 10 juta akan dikenakan pada perusahaan yang mencemari sungai dengan sampah.

“Kami pernah menangkap perusahaan katering yang membuang sampah sekitar jam 3 pagi. Kami sita mobilnya, bawa ke kantor dan denda,” katanya.

Isnawa mengatakan tidak semua pelanggar dikenakan denda paksa. Bagi yang tidak membawa uang, pelanggar dikenakan sanksi sosial sambil mengalungi tanda bertuliskan ‘Saya Tidak Akan Buang Sampah Sembarangan Lagi’.

Mereka juga diharuskan membantu pasukan oranye memungut sampah sambil mengenakan tanda tersebut.

“Misalnya anak kecil di car free day (CFD) ketangkap buang sampah, kita suruh nyanyi Indonesia Raya,” kata dia.

Sumber: tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here