VIVA.co.id ā€“ Seorang perempuan yang cukup populer di Instagram, karena pola makan ‘clean eating‘nya membuat pengakuan mengejutkan. Tren diet yang ia jalani selama ini diakuinya adalah salah satu gangguan pola makan.

Daniella Isaacs, seperti dikutip dari laman Metro.co.uk, Senin 10 Juli 2017, menghindari konsumsi minyak, karbohidrat, dan pemanis buatan untuk menjaga berat badannya. Bukannya ideal, berat badan Daniella diklaim tidak sehat dan diet tersebut, justru membahayakan diri sendiri.

Diet yang dijalani Daniella tergolong sangat ketat dan berbahaya. Bagaimana tidak, ia mengalami penurunan berat badan drastis yang bahkan membuat siklus menstruasinya berhenti, rambut rontok, gairah seks berkurang, dan matanya kerap berair.

Menyadari bahaya diet yang ia lakukan, Daniella buka-bukaan tentang obsesi ‘clean eating‘-nya tersebut. Yang ia alami sebenarnya adalah gangguan pola makan yang disebut orthorexia, yaitu obsesi terhadap pola makan sehat yang justru membahayakan bagi tubuh.

“Kala itu, aku disarankan untuk mempelajari tentang hidup sehat, karena itu dianggap baik untuk perutku,” ujar Daniella.

Singkat cerita dia pun mempelajari dan kemudian menerapkan ‘hidup sehat’ tersebut. Kebiasaan ‘sehat’ barunya, termasuk olahraga, kerap ia unggah di media sosial Instagram dan mendapat respons positif dari netizen.

Kata Daniella, obsesinya terhadap hidup sehat itu membuatnya waswas, jika makan malam bersama dengan teman-temannya, khawatir dengan apa yang akan ia makan. Terkadang, ia berbohong pada pelayan restoran bahwa ia alergi terhadap bahan makanan seperti minyak dan susu.

“Jika akan datang ke rumah seseorang, aku selalu menawarkan diri untuk memasak, agar aku dapat memilih makanan apa yang hendak aku makan,” jelasnya.

Kebiasaan barunya ini, justru membuat kesehatan Daniella menurun, namun popularitasnya di Instagram meningkat. Tak sedikit yang bertanya padanya tentang rahasia tubuh kurusnya kala itu.

“Mereka bertanya padaku, seolah-olah aku ahli dalam bidang tersebut. Sayangnya, tubuh kurus lebih diapresiasi di masyarakat saat ini. Kata ‘kurus’ kerap dibarengi dengan kalimat-kalimat manis ‘Aku senang dan sangat bersyukur’. Namun, sebenarnya mereka hanya ingin terlihat cantik dalam bikini mereka,” kata dia.

“Aku terlena dengan Instagram dan sering membandingkan diriku. Ketika aku mencapai level ‘sehat’ versi Instagram, aku jatuh sakit, aku mengalami gangguan mental. Menjadi kurus tidak membuatku lebih bahagia.” (asp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here