RAKYAT.NET, Jakarta – Penetapan tarif ojek online terlalu rendah menuai ketidakpuasan driver ojek online. Massa ojek online yang tergabung dalam Gerakan Roda Dua (Garda) mengeluhkan tarif ojol yang hanya Rp 2.000 per kilometer. Apalagi, tarif itu belum dipotong pajak 20 persen saat penerimaan uang tarif dari aplikator.

“Kalau ada nanti perwakilan yang masuk ke dalam (Gedung DPR) tolong curhat sama wakil kita tarif Rp 1.200 (per km) cukup nggak sama kita? Parkir saja Rp 2.000,” teriak salah seorang orator dari mobil komando di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Massa menilai pemerintah tidak memperhatikan transportasi online roda dua. Dia membandingkan dengan kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM. “Makin lama ojek pakai ojek gendong karena mereka tidak menghargai motor kita. Bensin naik diam-diam,” ucapnya

“Tapi tarif online pemerintah buta, aplikasi menurunkan tarif dia bodoh amat. Tapi kita ini anak bangsa. Dari 2015 saya perjuangkan ini hasilnya masih seperti ini,” lanjutnya.

Para ojol juga mengeluhkan pembuatan regulasi yang tidak melibatkan driver. Karena itu, mereka datang ke Gedung DPR. “Jokowi Bapak Presiden kita melempar ke Dishub, ke aplikator. Kita tidak dilibatin di Undang-Undang kemitraan aplikator. Makanya kita datang ke sini untuk menuntut kepada pemerintah kepada wakil-wakil rakyat agar kita diperhatikan dari sisi kemitraan, dari sisi argo, dari sisi laka lantas,” katanya.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here