RAKYAT.NET, Jakarta – Fluktuasi rupiah melewati Rp 14.000 per USD makin panjang. Tekanan eksternal maupun internel semakin memperlemah posisi rupiah. Namun, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution memiliki pendapat lain.

Darmin mengatakan, tidak perlu khawatir terhadap nilai tukar rupiah yang melemah setelah libur Lebaran. Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), pasca libur Lebaran, Kamis (21/6/2018) dibuka melemah 158 poin atau 1,13% ke level Rp14.090 per USD.

Merespon melemahnya rupiah hari ini, Darmin menyebutkan bahwa rupiah bakal kembali tenang secepatnya. “Karena kan bunga di sananya bergerak (Fed fund rate). Jangan terlalu dirisaukan, ntar juga tenang lagi,” ujar Darmin di Jakarta, Kamis (21/6/2018).

Darmin mengatakan, pihaknya akan membantu rupiah dengan meningkatkan ekspor dan menekan impor. Agar defisit transaksi berjalan tidak terlalu melebar serta membuat neraca perdagangan menjadi surplus.

“Sebenarnya Current Account Deifist (CAD) banyak negara yang CAD, kita dua tiga bulan yang lalu, bukan cuma current account-nya tapi neraca pedagangannya juga. Artinya ekspor barang dan impor barang defisit. Itu yang harus diatasi dulu,” tambahnya.

Sumber: sindonews.com