RAKYAT.NET, Jakarta – Perkembangan teknologi seperti sekarang memungkinkan semua industri untuk memakai teknologi digital dan bukan industri perbankan saja. Namun, dibalik kemajuan teknologi tersebut serangan siber pun semakin gencar, dan serangannya tidak eksklusif menyerang satu industri saja.

Saat ini, serangan-serangan siber tidak selalu dilakukan oleh sebuah negara, tetapi dilakukan oknum-oknum non-negara yang menyalahgunakan teknologi demi keuntungan finansial pribadi.

Tiga jenis serangan siber yang menyasar pelaku industri. Pertama, serangan memakai bot yang bertujuan mencuri kredensial agar mendapatkan akses ke dalam sistem pribadi seseorang.

Yang kedua adalah serangan DDoS yang dapat menembus dan melumpuhkan sistem sebuah situs, dan yang terakhir adalah serangan aplikasi web (web application) yang kerap mencari situs-situs internet yang pengamanannya lemah untuk mencuri data atau mengotak-atik sistem.

Berikut daftar-daftar industri yang kerap disasar tiga serangan siber tersebut, seperti yang dilansir dari rilis Akamai, penyedia layanan jaringan dan sistem cloud.

Industri hospitality (perhotelan dan pariwisata). Penelitian dari Akamai menemukan 82 persen dari percobaan masuk ke sistem industri perhotelan berasal dari botnet berbahaya. Tujuan percobaan masuk botnet adalah untuk mencuri kredensial, atau mencuri akses ke dalam sistem untuk disalahgunakan.

Kebanyakan orang menyangka industri keuangan adalah yang paling sering diserang DDoS. Namun justru industri permainan yang belakangan ini sering dipusingkan oleh DDoS. Setelah industri permainan, barulah industri keuangan yang sering dijadikan sasaran serangan DDoS.

Selanjutnya, korban-korban serangan aplikasi web mayoritas menimpa industri retail, diikuti oleh industri media dan hiburan, serta industri teknologi tinggi. Industri pelayanan keuangan, perhotelan, dan wisata, bahkan sektor publik juga rentan pada serangan aplikasi web.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here