JAKARTA. Minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) mencatat kenaikan selama Juli setelah jatuh sepanjang enam bulan beruntun.

Mengutip Bloomberg, Senin (31/7) pukul 17.00 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Oktober 2017 di Malaysia Derivative Exchange menanjak 0,8% ke RM 2.675 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Sepanjang Juli, harga CPO menanjak 8,8%. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak November 2016.

“Harga komoditas CPO terangkat oleh kuatnya angka ekspor Malaysia di Juli serta kenaikan harga minyak kedelai,” kata Gnanasekar Thiagarajan, Head of Trading and Hedging Strategies di Kaleesuwari Intercontinental, seperti dikutip Bloomberg, Senin (31/7).

Sebagai bahan biofuel, CPO masih lebih murah jika dibandingkan dengan kedelai. Hal ini dapat menambah dorongan pada kenaikan harga CPO.

Sementara data kargo dari Intertek Testing Services menunjukkan ekspor CPO Malaysia periode Juli naik 4,1% menjadi 1,24 ton dibanding bulan sebelumnya. Sejalan, survei Societe Generale de Surveillance (SGS) menunjukkan ekspor CPO Malaysia menguat 4,1% ke angka 1,26 juta ton selama Juli.

Menurut Thiagarajan, pembelian fisik CPO dari India naik karena ada spekulasi kenaikan pajak. Di saat yang sama, musim festival di India akan segera datang sehingga mendorong permintaan CPO.

Reporter Wuwun Nafsiah
Editor Dupla Kartini

kontan.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here