RAKYAT.NET, Jakarta – Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan pasar properti. Indonesia memiliki penduduk dengan usia produktif sangat besar.

CEO PT. Leads Property Services Indonesia Hendra Hartono menerangkan, perekonomian dari negara yang jumlah penduduk usia produktif yang besar cenderung lebih stabil. Ini berbeda dengan Jepang yang jumlah usia produktifnya relatif kecil.

“Mereka (Jepang) tidak bisa produktif, Indonesia usia muda masih banyak, itu yang paling dilihat. Mereka punya kesempatan bekerja, memperbaiki nilai hidupnya sehingga bisa beli properti,” kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta seperti dilansir dari liputan6.com

Indonesia memiliki daya beli yang cukup besar. Jika dibanding Vietnam, Indonesia memiliki daya beli lebih besar, terlihat dari nilai tukar rupiah yang lebih tinggi dibandingkan mata uang Vietnam. “Itu menunjukkan buying power lebih tinggi,” ujar dia.

Namun, dia menuturkan, ada sejumlah kendala yang dihadapi Indonesia. Salah satunya ialah pembangunan yang terlalu terpusat di Jakarta. Alhasil, itu menyebabkan upah di Jakarta tinggi. Namun, itu sejalan dengan biaya hidup yang relatif tinggi.

“Kalau kita lihat masalahnya itu semua konsentrasi di Jakarta, taraf hidup Jakarta sangat mahal padahal tidak ada orang Jakarta asli. Rata-rata dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, dan sebagainya. Padahal, kalau nyetir empat jam ke Purwakarta nilai UMR turun setengah dari Jakarta. Berarti apa, infrastruktur harus diperbaiki itu yang dilakukan Pak Jokowi,” jelasnya.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here