RAKYAT.NET, Jakarta – Hobi konsumsi minuman manis atau makanan manis dapat memicu beragam masalah kesehatan diantaranya: gigi keropos, obesitas, diabetes, penyakit jantung dan penyakit lainnya.

Dalam satu sendok teh gula pasir terdapat 16 kalori. Jumlah tersebut memang terlihat kecil, namun konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan timbunan kalori sehingga meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan diabetes.

Jenis gula yang baik untuk dikonsumsi adalah gula alami yang ada dalam makanan, misalnya fruktosa dalam buah-buahan atau laktosa dalam produk susu. Namun sayangnya beragam makanan dan minuman yang beredar di masyarakat cenderung menggunakan pemanis gula.

Gula biasa ditambahkan dalam pembuatan berbagai produk, mulai dari kecap hingga sirup. Jenis gula ini diserap tubuh secara cepat, menyebabkan glukosa darah meningkat, dan menstimulasi produksi insulin.

Mengurangi konsumsi gula tidak bisa dilakukan secara instan. Harus secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi. Bila kita telah terbiasa mengkonsumsi gula, kemudian langsung tidak mengkonsumsi sama sekali, reaksi tubuh akan mengalami beberapa gejala seperti nyeri kepala, gelisah atau perubahan mood yang tiba-tiba.

Langkah mengurangi konsumsi paling populer saat ini adalah mengganti gula dengan pemanis buatan seperti aspartam atau sakarin. Pemanis buatan memberikan sensasi rasa manis tanpa kalori, sehingga produk ini cenderung tidak mengenyangkan.

Cara lain mengurangi konsumsi gula sbb:

Pertama, kurangi konsumsi es teh, soda, jus buah dengan tambahan gula, dan minuman dengan pemanis lainnya. AHA menganjurkan konsumsi gula perhari sebanyak enam sendok teh perhari, sedangkan minuman bersoda mengandung sembilan sendok teh gula. Minuman berpemanis bisa diibaratkan sebagai gula cair, mengandung banyak kalori namun tidak mengenyangkan. Dianjurkan untuk mengganti konsumsi minuman berpemanis Anda dengan infused-water (air dengan potongan buah segar).

Kedua, kurangi makanan seperti pastry, cookies, muffin, dan jenis makanan lain yang kurang kaya nutrisi namun mengandung gula berlebih. Mulailah konsumsi snack dari gandum utuh. Gandum utuh akan diolah menjadi gula selama proses pencernaan, absorpsinya pun menjadi lebih lambat, dan membuat Anda kenyang lebih lama.

Ketiga, memasak makanan Anda sendiri merupakan cara lain mengurangi konsumsi gula yang berlebihan. Tanpa Anda sadari, gula banyak terkandung dalam makanan-makanan yang Anda beli di restoran, bahkan dalam pinggiran pizza yang terasa gurih.

Keempat, bila Anda terbiasa menambahkan pemanis dalam makanan atau minuman Anda, kurangi secara bertahap. Begitu pula bila Anda dengan gula pasir. Jika biasanya Anda menambahkan dua sendok teh gula, kurangi menjadi satu sendok minggu berikutnya, kemudian kurangi lagi hingga tidak menggunakan gula sama sekali. Atau Anda bisa menambahkan irisan jeruk atau sedikit susu sebagai pemanis. Meletakkan makanan manis jauh dari pandangan juga merupakan alternatif lain karena kita cenderung tertarik dengan makanan yang ada di hadapan kita.

Mungkin Anda akan berpikir semua akan menjadi hambar tanpa gula. Tetapi tenang, ketika Anda memutuskan untuk mengurangi gula, Anda mendapatkan kesempatan untuk mengkonsumsi lebih banyak lemak dan protein yang sehat, misalnya kacang, alpukat, produk susu, telur, dan sebagainya. Anda akan merasa lebih berenergi, gula darah terjaga normal, dan mencegah Anda kelaparan. Anda bisa menambahkan aroma kayu manis dan vanila pada kopi, sereal atau makanan lainnya. Aroma jahe dan jeruk pun tidak kalah menyegarkan!