RAKYAT.NET, Jakarta – Tahun ajaran baru, hal mendebarkan bagi para orang tua di Indonesia. Tantangan baru yang mendebarkan, bagi bapak atau ibu yang memiliki anak telah lulus Sekolah Dasar (SD) dan harus memasukkan putra-putrinya ke jenjang selanjutnya yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Inilah syarat masuk SMP berdasarkan Permendikbud nomor 14 tahun 2018 :

1. Syarat Usia Dan Kelulusan

Usia anak maksimal 15 tahun pada 1 juli ajaran baru. Syarat usia yang ditetapkan harus dibuktikan dengan menyertakan Akta Kelahiran atau Surat Keterangan Lahir yang dilegalisir kepala desa/lurah.

Menyertakan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)/ijazah pendidikan bangku Sekolah Dasar (SD) /sederajat.

2. Urutan Daftar Prioritas Penerimaan

Daya tampung sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) berbeda-beda, namun ada 3 hal yang menjadi ketetapan dasar seleksi masuk murid baru.

Pertama, berdasarkan jarak terdekat ke lingkungan sekolah atau disebut Jalur Zonasi. Kedua, berdasarkan urutan nilai Ujian Nasional (UN SD)atau bentuk lain yang sederajat disebut Jalur Reguler. Ketiga, berdasarkan prestasi calon siswa didik di bidang akademik atau non akademik yang diakui sekolah berdasarkan kewenangan daerah masing-masing atau disebut Jalur Prestasi.

Permendikbud menetapkan jalur zonasi sebagai prioritas penerimaan siswa baru. Daya tampung sekolah berdasarkan zonasi ini minimal dengan kuota 90 persen dari total keseluruhan siswa.

3. Kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi

Dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat pendaftaran masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu : Bukti kelulusan/ijazah, Akta Kelahiran atau Surat Keterangan Lahir yang dilegalisir oleh kepala desa / Lurah setempat dan Kartu Keluarga/Surat Keterangan Domisili.

Untuk jalur prestasi wajib mencantumkan sertifikat/piagam atau bukti kepemilikan piala.

Jalur PPDB terdiri dari enam jalur yaitu prestasi, NHUN, Warga Penduduk Setempat (WPS), Jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu, Penghargaan Maslahat Guru dan Anak Berkebutuhan Khusus/Disabilitas. Cara mendaftar masuk ke SMP bisa melalui online dan konvensional atau datang langsung ke sekolah yang dituju.

Jika ingin melakukan pendaftaran ke SMP terkait, bisa langsung mengunjungi laman resmi PPDB. Kemendikbud sendiri mendorong pemerintah daerah membuka jalur pendaftaran secara online untuk memudahkan para orangtua modern melakukan pendaftaran tanpa harus antri. Isi formulir pendaftaran termasuk membayar biaya yang berlaku. Print bukti pembayaran dan melakukan verifikasi ke sekolah terkait.

Sebaiknya siswa didik mendaftarkan diri ke lebih dari satu sekolah sebagai antisipasi tidak diterima di sekolah pilihan pertama, atau pilihan berikutnya.