Jakarta, CNN Indonesia — Facebook mengumumkan upaya terbarunya untuk memperbaiki linimasa pengguna yang selama ini diwarnai postingan spam.

Perusahaan jejaring sosial tersebut akan menyembunyikan status pengguna yang terlalu sering update berisi tautan artikel atau berita dengan judul menyesatkan, memancing dan palsu.

“Kami membuat update untuk membantu mengurangi artikel berkualitas rendah di News Feed,” demikian keterangan resmi Facebook.

“Riset kami menunjukkan bahwa ada sebagian kecil orang di Facebook yang secara rutin membagikan banyak postingan secara publik, dengan begitu menjadi spam di feedpengguna lain”.

Lebih jauh, studi juga menemukan bahwa kebanyakan tautan yang dibagikan sebagian pengguna ini berkualitas rendah. Kontennya salah informasi atau judulnya dibesar-besarkan.

Facebook memutuskan untuk mengurangi dampak spammer, mengingat tautan yang dibagikan tidak akan diprioritaskan jika dibandingkan tautan dari pengguna lain.
Namun, kebijakan baru ini hanya berlaku untuk artikel individu atau domain. Konten pengguna lainnya termasuk halaman, video, foto, check-in and update status masih tak tersentuh.

Sementara itu, Facebook memang telah disebut-sebut sebagai salah satu media sosial yang paling banyak berisi berita-berita palsu dengan judul heboh. Perusahaan yang dibangun Mark Zuckerberg sejauh ini telah mengambil beberapa langkah untuk mengurangi penyebaran artikel semacam itu.

Facebook membuat alat yang memungkinkan pengguna untuk melaporkan berita sesat. Pihaknya juga bekerjasama dengan organisasi pihak ketiga yang membantu memonitor laporan dan penyebaran berita palsu. (evn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here