RAKYAT.NET, Jakarta – Ignasius Jonan selaku Menteri ESDM memperingatkan menipisnya cadangan minyak Indonesia. Jonan menyarankan agar kita segera beralih dan mengembangkan transportasi listrik.

Pernyataan Jonan menguatkan komitmen pemerintah terhadap pemanfaatan energi terbarukan dalam rangka mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Langkah tersebut harus segera dimulai sedini mungkin, salah satunya lewat pengembangan mobil listrik.

Dilansir dari detik.com, “Saya sudah beritahukan kolega saya, Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) untuk berinisiatif di bidang transportasi. Makanya dua bulan lalu Pak Presiden menugaskan kami untuk membuat rancangan peraturan tentang mobil listrik. Presiden mendorong sangat kuat untuk implementasi mobil listrik,” kata Jonan saat membuka acara 6th IndoEBTKE ConEx di Balai Kartini, Jakarta.

Khusus mobil listrik, ia berharap bisa segera diimplementasikan karena ketergantungan pada bahan bakar fosil tak bisa lagi diteruskan pada masa mendatang. Terus berkurangnya produksi minyak menjadi alasan kuat menggenjot pemanfaatan energi terbarukan.

Ke depan, produksi listrik dari energi terbarukan bakal meningkat pesat dan itu digunakan juga buat mobil listrik. Dengan begitu, Indonesia tak perlu lagi impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM).

“Sekarang kebutuhan BBM 1,6 juta barel per hari (bph). Kalau pertumbuhannya 5% tiap tahun, kira-kira di 2025 sekitar 2 juta bph. Kalau ada mobil listrik, energi primernya bisa berasal dari energi terbarukan mulai dari geothermal, surya, hydro dan juga dari energi fosil yang kita punya, yaitu gas bumi dan batu bara. Ini penting untuk mendorong energy security di dalam negeri,” tukas Jonan. (eds/mca)

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here