Jakarta, CNN Indonesia — Perbankan mengaku akan patuh dengan ketentuan Bank Indonesia dan mulai menurunkan bunga kartu kredit pada awal bulan depan. Namun, penurunan bunga tersebut diperkirakan akan menggerus pendapatan bank dari bisnis kartu kredit.

Sesuai ketentuan Bank Indonesia (BI), mulai 2 Juni mendatang, bank harus menurunkan bunga kartu kredit dari 2,95 persen per bulan atau 35,4 persen menjadi 2,25 persen per bulan atau 26,95 persen per tahun.

Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiatmadja mengaku, penurunan bunga kemungkinan akan menggerus pendapatan dari bisnis kartu kredit. Pasalnya, volume transaksi kartu kredit tak ikut serta meningkat walaupun bunga turun.

“Kalau misal bisnisnya (kartu kredit) nggak berkembang, pengaruhnya lumayan besar untuk profit (keuntungan kartu kredit),” ujar Jahja melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (26/5).

Guna mengkompensasi kemungkinan penurunan tersebut, Jahja mengaku pihaknya akan mendorong peningkatan volume bisnis melalui sejumlah promosi (campaign). Kendati demikian, dia mengaku masih meminta timnya untuk menghitung dampak penurunan bunga tersebut lebih jauh.

“Walaupun kalau dilihat keseluruhan laba BCA Rp 20 triliun, total net profit after tax (keuntungan setelah pajak) kartu kreditĀ  cuma sekitar Rp400 miliar, jadi tak terlalu pengaruh,” ungkapnya.

Saat ini, menurut Jahja, dari seluruh pendapatan kartu kredit, pendapatan bunga kartu kredit mencapai 36 persen. Sementara itu, pendapatan diskon merchant dari acquiringdan issuing mencapai sekitar 54 persen, serta annual fee sebesar 10 persen.
“Tapi pendapatan bunga tidak semua dari bunga kartu kredit, ada pula dari denda,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Perbankan Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengaku pendapatan bunga saat ini masih mendominasi pendapatan perseroan dari bisnis kartu kredit perseroan. Saat ini, porsinya bahkan masih mencapai sekitar 65 persen.

“Jadi dampak nya lumayan besar dan saya rasa bagi industri kartu kredit sama,” ungkapnya.

Kendati demikian, Lani berharap penggunaan kartu kredit bisa lebih bergairah lagi dengan lebih ringannya bunga. Adapun saat ini, menurut dia, volume transaksi kartu kredit perseroan masih tumbuh dikisaran 20 persen (yoy).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here