KOMPAS.com — Walaupun telah lama berpisah dalam pohon evolusi, ternyata paus pembunuh atau orca dan manusia memiliki banyak kemiripan. Salah satunya adalah menopause yang terjadi perempuan dan orca betina ketika lanjut usia.

Di samping manusia, fenomena ini sebenarnya cukup langka dan hanya ditemukan pada orca dan paus pilot. Oleh karena itu, para peneliti pun merasa keheranan dan bertanya-tanya mengapa ketiga spesies ini mampu hidup jauh setelah mereka kehilangan kemampuan untuk bereproduksi.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ekolog perilaku Darren Croft bersama koleganya menyelami data-data berusia 40 tahun mengenai kelahiran dan kematian dari dua kelompok orca di bagian barat laut samudra Pasifik.

Mereka menemukan bahwa orca betina berhenti bereproduksi pada usia 30-an atau 40-an tetapi masih bisa hidup hingga usia 90-an. Lalu, selama dia masih hidup, anak-anaknya pun tidak akan keluar rumah dan selalu mengikutinya.

“Orca-orca betina tua ini justru berfungsi sebagai gudang pengetahuan ekologis mengenai kapan dan di mana makanan berada,” kata Croft.

Penemuan ini memang cocok dengan hipotesa sebelumnya yang berkata bahwa evolusi menyukai nenek-nenek berumur panjang karena mereka membantu anak-anak untuk bereproduksi dan bertahan hidup.

Akan tetapi, para peneliti masih tidak yakin. Mereka pun melakukan uji coba terhadap hipotesa kedua yang berkata bahwa menopause terjadi karena wanita yang lebih tua terhubung dengan banyak anggota kelompoknya dan tidak mampu berkompetisi secara reproduksi dengan yang lebih muda.

Hipotesa tersebut ternyata juga terbukti. Para peneliti menemukan bahwa orca betina yang lebih tua memang memiliki banyak anggota keluarga dalam kelompok dan ketika mereka dan anaknya sama-sama punya anak, keturunan dari nenek orca kalah mampu bertahan hidup.

Dilaporkan dalam jurnal Current Biology edisi Januari, para peneliti menduga bahwa hal tersebut membuat orca betina berevolusi untuk bisa menopause. Dengan demikian, orca betina yang lebih tua beralih strategi dari kompetisi menjadi kooperasi untuk memaksimalkan kelanjutan spesies mereka.

Kesimpulan ini juga disetujui oleh Lori Marino, seorang ilmuwan neurologi dan pakar kecerdasan hewan di Whale Sanctuary Project, yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

Dia lalu berkata bahwa meskipun orca dan manusia hidup di lingkungan yang berbeda, tetapi kemiripan di antara keduanya bisa terjadi karena mereka memiliki struktur sosial yang sama.

 

Penulis: Shierine Wangsa Wibawa

Editor: Shierine Wangsa Wibawa

Sumber: Scientific American

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here