RAKYAT.NET, Bitung – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Sulawesi Utara, mengingatkan kepada para nelayan akan adanya gelombang tinggi pada 14-15 September 2018 mulai pukul 8.00 Wita dan potensi angin kencang.

Gelombang tinggi 2.5 sampai 4.0 meter berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan Kepulauan Talaud dan Laut Maluku bagian Utara. Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ricky Daniel Aror, mengingatkan agar masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di daerah yang tercantum dalam daftar peringatan dini mempertimbangkan kondisi tersebut.

“Jadi diharapkan perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran,” katanya, Kamis (13/9/2018).

Misalnya untuk perahu nelayan, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter. Sedangkan untuk kapal Tongkang, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang I atas 1.5 meter. Kapal Ferry, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter.

“Sedangkan untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar, kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter. Ini harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Berdasarkan peta prakiraan tinggi gelombang signifikan di Sulawesi Utara dan sekitarnya berlangsung satu minggu ke depan. Beberapa wilayah perairan akan mengalami angin kencang dan gelombang tinggi hingga lusa, 15 September.

Sementara tinggi gelombang 1.25 – 2.5 meter dan moderat berpeluang terjadi di laut Sulawesi bagian Barat, perairan Selatan Sulut, perairan Timur Bitung dan laut Maluku bagian Selatan.

“Sebagai Contoh untuk kapal nelayan, ketika gelombang 0.5 meter maka berisiko sangat rendah. Ketika gelombang 1.0 meter maka berisiko rendah. Ketika gelombang 1.2 meter maka berisiko sedang dan ketika gelombang lebih dari 1.2 meter maka berisiko tinggi terhadap keselamatan,” tambahnya.

Sumber: sindonews.com