Merdeka.comSekretaris Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Septiama mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang miliki potensi perikanan cukup menjanjikan, sedangkan panjang pantainya sendiri nomor 2 setelah Kanada. Potensi yang ada semuanya diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat secara lestari.

Guna mewujudkan hal di atas pemerintah menata sumber daya perikanan agar lestaridan dapat dinikmati hingga ke anak cucu, serta memberikan dampak kesejahteraanmasyarakat Indonesia berkelanjutan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sesuai regulasi yang ada diamanahkan untuk mengelola isi yang terkandung pada laut dan perikanannya sehigga langkah realisasinya dengan mencangkan visi yang menjadi rel penataan, pengelolaan sumber daya ikan dan kelautan.

Dia juga mengatakan, realisasi yang ada dihadapan saat ini yakni sumber daya perikanan yang harus ditata dengan sebaik-baiknya memperhatikan sustainable atau keberlanjutan, salah satunya lobster di mana pasar yang saat ini ada dalam bentuk benih, maupun ukuran konsumsi diatas 200 gram.

“Kalau hanya melihat dari satu aspek pasar saja tanpa mempertimbangkan yang lainnya memang sangat menggiurkan khususnya yang berukuran benih (Baby lobster), tetapi bila meninjau dari kesempatan kerja secara berkesinambungan, meningkatkan daya saing harga dalam waktu panjang, dan lain sebagainya maka terbitnya dan penerapan Permen KP no. 56/PERMEN-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scyllaspp) dan Rajungan (Portunusspp) dari Wilayah Negara Republik Indonesia sangatlah tepat,” terangnya.

Dalam pelaksanaan penyediaan, lanjut dia, benih pada pembesaran lobster memang penting karena budidaya lobster hingga saat belum ada negara di dunia yang dapatmemijahkan lobster sehingga dari alam satu pilihan. Untuk itu pembesaran lobster layak diberdayakan di perairan hingga pada ukuran di atas 200 gram, sehingga Indonesia sebagai negara yang memiliki luas perairan cukup besar.

Dapat menghasilkan produksi lobster cukup tinggi dan ukuran yang di hasilkan dari alam berukuran besar sehingga pasar dalam dan luar negeri yang membutuhkan ukuran konsumsi dapat dipenuhi serta nilai ekonomi yang diraih pun cukup signifikan. Dan lapangan kerja untuk menyerap tenaga produktif dari sector penangkapan lobster ukuran konsumsi diatas 200 gram dapat berkesinambungan dan harga pun akan memihak pada kita.”

“Disisi lain bila pasar ukuran benih yang dipenuhi maka Negara tertentu yang mengembangkan budidaya lobster dan benihnya disuplai dari Indonesia maka akan menumbuhkan kompetisi baru baik harga, produksi serta yang sangat memperihatinkan nilai devisa yang kelak akan diraih oleh Negara tidak optimal besarnya sesuai yang kita harapkan,” pungkasnya.

[hrs]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here