RAKYAT.NET, Jakarta – Langkanya beras kualitas medium akibat shifting membuat harga beras medium naik. Harga tersebut dinilai tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium.

“Ada sedikit yang kami monitor bersama bahwa beras medium di Pasar Induk beras Cipinang (PIBC) kurang,” ujar Arief Prasetyo, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) saat operasi pasar di PIBC pada Selasa, (10/10).

FSTJ meminta kepada pemerintah melakukan operasi pasar sebanyak 75.000 ton. Jumlah tersebut digunakan hingga Maret 2018.

Mengatasi hal tersebut pemerintah melakukan operasi pasar. Operasi pasar menurut Arief merupakan bukti hadirnya pemerintah dalam menjaga harga pangan. Oleh karena itu, Arief bilang agar pedagang tidak melanggar peraturan. “operasi pasar ini menggunakan beras cadangan pemerintah,” terang Arief.

Meski begitu stok beras di PIBC dinilai masih aman. Berdasarkan data di situs FSTJ stok beras pada tanggal 9 Oktober 2017 sebanyak 54.194 ton. Sementara harga beras jenis IR-64 III pada tanggal yang sama seharga Rp 9.025 per kilogram (kg) turun darinharga pekan lalu sebesar Rp 9.050 per kg.

operasi pasar beras dihadiri oleh Walikota DKI Jakarta, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Dirut Perum Bulog). Selain itu juga hadir pedagang beras dari PIBC.

Sumber: kontan.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here